JURNALKALIMANTAN.COM, BARITO KUALA – Pemerintah Kabupaten Barito Kuala melalui Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak (DP3APPKB), menggelar kegiatan kolaborasi program Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting, bertempat di Aula Bahalap, Senin (07/07/25).
Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Wakil Bupati Barito Kuala Herman Susilo, yang menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam upaya pencegahan stunting sebagai bentuk tanggung jawab bersama, bukan sekadar program pemerintah pusat atau kabupaten.
“Kalau kita berbicara dengan cinta dan kerelaan, maka kita akan bekerja dengan semangat dan tanpa pamrih. Anak-anak yang terdampak stunting adalah tanggung jawab kita bersama, layaknya anak-anak kita sendiri yang perlu kita didik dan perhatikan,” ujarnya.
Ia juga mengungkapkan keprihatinannya atas jumlah kasus stunting yang masih tinggi di Barito Kuala.
“Dari data yang ada, terdapat lebih dari seribu anak yang mengalami stunting. Oleh karena itu, kita harus memaksimalkan program ini dan memperhatikan langkah-langkah evaluasi agar pelaksanaannya tepat sasaran dan berjalan sesuai harapan,” tambahnya.
Wakil Bupati turut menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam program ini, seraya berharap segala usaha yang dilakukan membawa keberkahan dan manfaat besar bagi masyarakat.
Kegiatan diakhiri dengan penyerahan bantuan secara simbolis dari UPZ Bakti Bersama Hasnur Grup dan Yayasan Hasnur Center kepada Pemerintah Kabupaten Barito Kuala, serta pemberian Piagam Penghargaan bagi para pihak yang berpartisipasi sebagai Orang Tua Asuh.
Turut hadir Sekretaris Daerah Ir. H. Zulkipli Yadi Noor, M.Sc., para Asisten Sekda, pimpinan satuan kerja perangkat daerah serta perwakilan dari UPZ Bakti Bersama Hasnur Grup, Yayasan Hasnur Center, dan Baznas.
Laporan kegiatan disampaikan oleh Plt. Kepala DP3APPKB, Dra. Hj. Auliany, sementara paparan program disampaikan oleh Sekda.
(Ali/Kominfo)














