Kolaborasi untuk Ketahanan Pangan Kalsel, Inovasi Hidroponik Rumah BUMN Pertamina

CEO dan CFO Rumah BUMN Pertamina Banjarmasin Ulil Amri dan Yoga Pratama saat memberikan edukasi dan demonstrasi mengenai sistem hidroponik (Foto:Humas Pertamina)

JURNALKALIMANTAN.COM, BANJARMASIN – Inovasi berkelanjutan berbasis circular economy datang dari Alfarm Hidroponik UMKM binaan Rumah BUMN Pertamina di Banjarmasin, yang memanfaatkan teknologi hidroponik untuk meningkatkan produktivitas pertanian di Kalimantan Selatan.

Kebun Mandiri Alfarm berhasil memadukan dua sistem hidroponik canggih dalam satu rangkaian, yaitu NFT yang menggunakan aliran tipis nutrisi (2–3 mm) di bawah akar tanaman, cocok untuk tanaman berakar pendek seperti selada, pakcoy, dan herbal; serta DFT yang menggunakan kolam nutrisi sedalam 10–15 cm untuk mendukung pertumbuhan tanaman berakar dalam seperti tomat dan cabai.

Edukasi dan demonstrasi mengenai sistem hidroponik ini dihadiri CEO dan CFO Rumah BUMN Pertamina Banjarmasin yaitu Ulil Amri dan Yoga Pratama, yang turut memberikan dukungan penuh terhadap penerapan teknologi pertanian ini sebagai solusi berkelanjutan.

“Kami sangat percaya bahwa teknologi hidroponik ini bukan hanya memberikan solusi untuk ketahanan pangan, tetapi juga membuka peluang pasar baru bagi UMKM. Program ini menunjukkan komitmen Pertamina untuk memberdayakan UMKM lokal dan mendukung ketahanan pangan nasional,” ungkap Edi Mangun, Area Manager Communication, Relations, and CSR Regional Kalimantan PT Pertamina Patra Niaga via siaran persnya, Selasa (17/6/2025).

Dengan teknologi hidroponik terintegrasi NFT-DFT ini (two in one system), Kebun Mandiri Alfarm tidak hanya meningkatkan produktivitas pertanian urban, tetapi juga berkontribusi dalam menjaga kelestarian lingkungan melalui efisiensi penggunaan air. Langkah ini menjadi inspirasi bagi pelaku UMKM lainnya untuk terus berinovasi, memanfaatkan teknologi, dan membuka peluang pasar baru.

“Selain itu, inisiatif ini sejalan dengan asta cita pemerintahan Prabowo-Gibran yang berfokus pada penciptaan lapangan kerja berkualitas, dan pengembangan kewirausahaan berbasis inovasi. Kolaborasi ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi pelaku UMKM lainnya untuk memanfaatkan teknologi pertanian yang lebih efisien dan ramah lingkungan,” jelas Edi.

Kebun Mandiri Alfarm, yang terletak di Jalan Pekapuran Raya, Banjarmasin Timur, kini menjadi contoh nyata transformasi UMKM lokal yang beralih menggunakan teknologi untuk meningkatkan daya saing mereka.

“Produk-produk segar dari kebun ini kini memenuhi kebutuhan pasar lokal, dan berkontribusi pada ekosistem pangan yang lebih berkelanjutan di Kalsel,” tegas Edi.

Ke depannya, Rumah BUMN Pertamina Banjarmasin berencana untuk terus mengembangkan program ini, menyediakan pelatihan, pendampingan, dan akses pasar bagi lebih banyak UMKM yang ingin mengadopsi teknologi pertanian berbasis hidroponik. Dengan kolaborasi ini, Edi berharap lebih banyak UMKM yang mampu berinovasi, menjaga keberlanjutan lingkungan, dan mendukung ketahanan pangan di Indonesia.

(AM)