Komitmen Turunkan Angka Tengkes Hingga 14%, Pemkot Banjarmasin Lakukan Diseminasi

Wakil Wali Kota (tengah) saat menyampaikan arahan

JURNALKALIMANTAN.COM, BANJARMASIN – Dalam rangka terus menekan angka anak yang terindikasi tengkes, Pemerintah Kota Banjarmasin melakukan Diseminasi Audit Kasus Stunting, di Aula Kayuh Baimbai Balai Kota, Jumat (24/11/23).

Kegiatan ini dibuka Wakil Wali Kota H. Arifin Noor, didampingi Wakil Ketua Tim Penggerak PKK Banjarmasin Hj. Hardiyanti, yang turut dihadiri Kepala Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, dan Pemberdayaan Masyarakat (DPPKBPM) Helfiannoor, Asisten II Madyan, Sejumlah kepala satuan kerja perangkat daerah (SKPD), beserta jajaran terkait.

Wakil Wali Kota mengungkapkan, pihaknya melalui Tim Terpadu Penanggulangan Stunting (TP2S) bertekad kuat menurunkan kasus tengkes hingga mencapai 14%, agar dapat berkontribusi pada tingkat nasional.

“Ini bagian dari skenario kita, untuk melihat dari sisi program dan anggaran, untuk dievaluasi, apakah sudah memadai atau belum, hingga ada payung hukum agar setiap SKPD menganggarkan dana sesuai kebutuhan yang diperlukan dalam mendukung penanganan ini,” ungkap Arifin.

Ia optimis dengan upaya bersama dan pemenuhan target kebutuhan masyarakat, Banjarmasin bisa menjadi kontributor utama dalam mencapai visi Indonesia Emas pada tahun 2045, dengan semua warga berada dalam keadaan sehat tanpa tengkes dan kekurangan gizi.

“Saya berharap standarisasi pembangunan kemanusiaan sesuai dengan target pemerintah pusat dapat tercapai, dan kita semua dapat meningkatkan atau setidaknya mempertahankan harapan tersebut,” tambahnya.

Sementara itu, Helfiannoor menyampaikan, pihaknya optimis dapat menurunkan angka tengkes di Kota Seribu Sungai, terlebih dengan adanya gerakan baru, yakni ASN Peduli.

“Saat ini tetap ada 12 lokus yang terus kita intervensi, dan kita saat ini telah berjalan upaya menghilangkan atau menolkan angka anak yang terindikasi tengkes di 2 kelurahan, yakni Telawang dan Mawar, karena angkanya sedikit dibanding lokus lain, ada 16 kasus anak,” bebernya.

Diprogramkan, gerakan itu akan menyasar kelurahan lain di tahapan selanjutnya, yang bekerja sama dengan berbagai pihak, termasuk Badan Amil Zakat Nasional dalam waktu dekat.

“Kita langsung berikan pada sasaran, pendampingan pemberian makanan bergizi selama 6 bulan, baik pada anak yang terindikasi hingga ibu hamil,” pungkasnya.