Kunjungan Mendadak Wali Kota Banjarmasin, SDN Pemurus Dalam 4 Masih Kekurangan Ruang Belajar

Wali Kota Banjarmasin saat meninjau SDN Pemurus Dalam 4. (Foto : Ih)

JURNALKALIMANTAN.COM, BANJARMASIN – Wali Kota Banjarmasin melakukan kunjungan mendadak ke Sekolah Dasar Negeri Pemurus Dalam 4 di Jalan Tatah Belayung, Selasa (20/1/2026). Dalam kunjungan tersebut, Wali Kota Muhammad Yamin HR menerima sejumlah keluhan dari pihak sekolah, mulai dari persoalan banjir hingga keterbatasan ruang belajar.

Hal tersebut disampaikan langsung Pelaksana Tugas Kepala Sekolah Sri Mariati. Ia mengungkapkan, bahwa saat ini SDN Pemurus Dalam 4 masih kekurangan dua ruang kelas, sehingga pihak sekolah terpaksa menerapkan sistem sif atau bergilir bagi peserta didik.

“Pembelajaran jadi kurang maksimal. Di kawasan ini banyak perumahan, sehingga antusiasme dan jumlah peserta didik terus bertambah setiap tahun,” ujarnya usai kunjungan Wali Kota.

Kondisi keterbatasan ruang kelas juga membuat pihak sekolah harus memanfaatkan ruang perpustakaan sebagai ruang belajar sementara.

Pelaksana Harian Kepala Sekolah Apreda Lestari menyebutkan, jumlah peserta didik di sekolah tersebut mencapai 255 orang, sementara ruang yang tersedia hanya 10 ruangan, termasuk perpustakaan.

“Kami berharap bisa mendapatkan tambahan dua ruang kelas lagi agar proses belajar mengajar lebih optimal,” ungkapnya.

Selain persoalan ruang belajar, pihaknya juga mengeluhkan kondisi jembatan menuju sekolah yang dinilai sempit dan kurang kokoh. Hal tersebut menyulitkan akses kendaraan, termasuk mobil Makan Bergizi Gratis (MBG).

Wali Kota saat melihat langsung ruang kelas saat peserta didik menikmati MBG.

“Selama ini distribusi MBG hanya sampai depan sekolah. Selebihnya guru-guru harus bergotong royong mengangkut ke dalam, karena jembatan sempit dan kami rasa kurang kokoh,” jelas Apreda.

Menanggapi keluhan tersebut, Wali Kota yang mampir usai melakukan peninjauan sungai di kawasan sekitar, menyatakan komitmennya untuk mengakomodasi dan menindaklanjuti aspirasi pihak sekolah.

“Memang ada kekurangan ruang kelas. Ini akan kami koordinasikan dengan dinas terkait, termasuk berkomunikasi kembali dengan kepala dinasnya. Mudah-mudahan ke depan kita bisa menghadirkan fasilitas belajar dan mengajar yang lebih nyaman,” ujarnya.

Yamin juga menyoroti belum tersedianya sekolah lanjutan di sekitar kawasan tersebut. Untuk itu, pihaknya akan berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan, terkait kemungkinan pembangunan sekolah menengah.

“Kalau perlu nanti ada SMP dan SMA. Untuk tahun ini memang sudah dianggarkan pembangunan lima sekolah. Semoga pada tahun berikutnya bisa direalisasikan di kawasan ini,” pungkasnya.

(Ih/Ahmad M)