JURNALKALIMANTAN.COM, BANJARMASIN – Dalam rangka pencegahan anak lahir berisiko tengkes, Pemerintah Kota Banjarmasin menjalankan program bantuan uang tunai untuk masyarakat, yang kali ini menyasar pasangan usia subur. Sebanyak 710 Pasangan kurang mampu menjadi sasaran, untuk mendapatkan uang tunai Rp100.000,00 setiap bulan selama 1 tahun melalui tabungan di sebuah bank.
Penyerahan buku tabungan secara simbolis dilakukan langsung Wali Kota H. Ibnu Sina, didampingi Ketua Tim Penggerak PKK, jajaran unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah, serta instansi terkait, pada acara Pencanangan Pelaksanaan Kegiatan Intervensi Serentak Pencegahan Stunting di Kota Banjarmasin, berlangsung di Posyandu Cempaka 1 Jalan Belitung Darat.
Hal ini dilakulan dalam rangka intervensi tengkes, selain juga menyasar ibu hamil dan anak yang terindikasi, dengan pemberian makanan tambahan.
Pada kesempatan tersebut, Wali Kota bersama jajaranya juga melihat langsung pelayanan posyandu, mulai dari menimbang hingga mengukur tinggi badan anak.
“Ini sebagai stimulus agar kita sama-sama berkolaborasi, guna memastikan anak-anak dapat mengkikuti penimbangan dan pengukuran dengan baik,” ungkap Ibnu di sela kegiatan, Senin (10/6/24).
Adapun jumlah balita yang terindikasi tengkes di Banjarmasin sebanyak 1.100 anak, dari jumlah yang terdata sekitar 46.000 balita.
“Semoga dengan intervensi serentak ini tidak nambah lagi, dan meloloskan mereka yang stunting,” tambah Kepala Dinas Kesehatan dr. Tabiun Huda.
Sementara itu, terkait bantuan uang tunai usai subur, dianggarkan Rp852.000.000,00 melalui APBD murni 2024.
“Dinas Sosial membantu dari sisi hulunya. Mereka masih usia produktif dan masuk dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial. Selain uang tunai, kita juga berikan beras,” pungkas Kepala Dinas Sosial Dolly Syahbana.














