JURNALKALIMANTAN.COM, BANJARMASIN – Lembaga Koordinasi Kesejahteraan Sosial (LKKS) Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) menyoroti minimnya dukungan terhadap Barisan Relawan Pemadam Kebakaran (Balakar), terutama dalam penyediaan bahan bakar dan peralatan pemadaman.
Hal itu mengemuka saat LKKS Kalsel mengundang perwakilan lima kelompok relawan pemadam kebakaran di Banjarmasin, Selasa (13/10/2026), untuk mendengar langsung kondisi, kendala, serta kebutuhan mereka di lapangan.
Ketua LKKS Kalsel, Dewi Damayanti Said, mengatakan pertemuan tersebut bertujuan menghimpun informasi mengenai kebutuhan relawan agar bantuan yang diberikan dapat tepat sasaran.
“Kami ingin mendengar langsung kondisi di lapangan, kendala yang dihadapi, serta harapan mereka terhadap pemerintah,” ujarnya.
Dewi menjelaskan, dalam kesempatan itu, LKKS Kalsel memberikan bantuan uang tunai untuk membantu kebutuhan bahan bakar. Ia berharap langkah tersebut dapat mendorong lebih banyak donatur untuk turut membantu para relawan.
“Dukungan tidak harus berupa uang, tetapi juga bisa dalam bentuk barang, seperti mesin pemadam, selang, hingga mobil pemadam kebakaran,” ujar Anggota DPRD Kalsel fraksi partai Golkar tersebut.
Sementara itu, Wakil Ketua LKKS Kalsel, Hesly Junianto, menegaskan bahwa status relawan bukan berarti mereka harus menanggung seluruh kebutuhan operasional secara mandiri.
Ia meminta pemerintah, termasuk anggota DPRD di tingkat kota maupun provinsi, memberikan perhatian lebih terhadap keberlangsungan tugas para relawan.
“Relawan bukan berarti rela segalanya. Mereka juga perlu dibantu,” tegasnya.
Hesly mengungkapkan, selama empat bulan menangani karhutla, sejumlah peralatan pemadam milik relawan rusak. Mereka tetap membantu masyarakat memadamkan api meski terkendala BBM dan peralatan.
“Karena itu, kami berharap pemerintah memperkuat dukungan, baik melalui anggaran maupun sarana operasional, agar relawan dapat menjalankan tugas secara optimal,” ujarnya.
Dukungan tersebut dinilai penting mengingat relawan pemadam kebakaran menjadi salah satu unsur yang membantu penanganan kebakaran di tengah masyarakat, termasuk saat terjadi karhutla di Kalimantan Selatan. (YUN)













