JURNALKALIMANTAN.COM,BANJARMASIN – Perusahaan Air Mimum (PAM) Bandarmasih, sedang mengerjakan dua proyek strategis, yakni pemasangan pipa baru di Jalan Pramuka, Kecamatan Banjarmasin Timur, dan di Jalan Sungai Gampa, Kecamatan Banjarmasin Utara.
Direktur Operasional (Dirops), Edwarsyah mengatakan, untuk yang di Jalan Pramuka, pipa yang dipasang ukuran 800 mm, sementara di Jalan Sungai Gampa, ukuran 400 mm.
Pipa di Jalan Pramuka yang dipasang itu merupakan pemasangan pipa transfer dari IPA II menuju ke tugu PDAM.
“Untuk yang kita pasang itu pipa HDPE, dengan panjang kurang lebih 1.000 meter, yang mana tujuannya untuk membagi jalur distribusi air bersih secara maksimal ke Booster Gerilya dan Booster Banya Anyar,” ungkapnya, Kamis (13/2/2025)
Dengan pemasangan pipa yang baru ini, jelas Edwarsyah, bisa memaksimalkan kemampuan sistem dalam pendistribusian air bersih, sekaligus mengantisipasi gangguan distribusi apabila terjadi gangguan atau perbaikan disalah satu booster.
“Jadi dengan dipasangnya pipa yang baru ini, misalkan nanti ada gangguan di salah satu cabang booster, tidak akan mengganggu pendistribusian ke cabang booster yang lainnya, karena jalurnya sudah masing-masing,” jelas Edwarsyah.
Sementara untuk pemasangan di Jalan Sungai Gampa, pihaknya memasang pipa HDPE sepanjang 800 meter.
“Jadi ini kita lakukan untuk persiapan menghadapi pertumbuhan penduduk di kawasan tersebut, sehingga pelanggan yang ada di sana tidak kekurangan pasokan air bersih,” tuturnya.
Sehingga pendistribusian air bersih ke kawasan Sungai Gampa, nantinya tidak akan mengganggu pendistribusian ke daerah yang lain, seperti ke daerah Sungai Andai.
Edwarsyah menuturkan, sejauh ini untuk proses pekerjaan sendiri sudah mencapai 70 sampai 80 persen.
“Semoga kalau tidak ada halangan, akhir bulan ini sudah bisa koneksikan dengan pipa eksistingnya,” tambahnya.
Disamping itu menurutnya, setelah proses pemasangan kedua pipa tersebut, pihak juga akan langsung melakukan proses pengembalian bekas galian pipa menjadi seperti sebelumnya.
“Setelah penggalian itu, pasti akan kita lakukan pengembalian kondisinya seperti yang sebelumnya. Namun, dalam proses pengembaliannya itu memang memakan waktu, karena harus melalui beberapa tahapan sesuai dengan standar ketentuan dari PUPR Kota Banjarmasin,” ucap Dirops.
“Jadi untuk proses pengembalian itu memakan wakti kurang lebih selama 30 hari, karena memang ada beberapa tahapan, seperti proses memasang lapisan pondasi bawah dan atas, lalu setelah tidak ada penurunan, baru dilakukan pengaspalan, dan aspal yang dipasang ini ada dua lapis,” lanjutnya.
Pihaknya juaga menyamlaikan permemohon maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi, khususnya gangguan pada arus lalu lintas selama proses pengerjaan proyek tersebut.
(Tul/Ang)














