Maksimalkan Peran Kader KB, Pemkot Banjarmasin Perkuat Koordinasi Data

Machli Riyadi (depan) menyampaikan materi

JURNALKALIMANTAN.COM, BANJARMASIN – Guna memaksimalkan peran Kader Keluarga Berencana di Banjarmasin, Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, dan Pemberdayaan Masyarakat (DPPKBPM) melakukan evaluasi distribusi pencatatan pelaporan alat dan obat kontrasepsi (alokon) kepada akseptor KB.

Evaluasi ini diikuti ratusan kader yang menghadirkan narasumber dari Asisten I Sekretariat Daerah Bidang Pemerintahan dan Kesra Machli Riyadi, di salah satu hotel, Jumat (08/12/2023).

Menurut Kepala Bidang KB Bandiyah Ma’rifah, pelaksanaan ini berlangsung 4 hari yang diikuti 600 kader.

“Sebenarnya jumlah kader kita di Banjarmasin itu 3.130 orang, namun karena keterbatasan anggaran, akan gelar ini secara bertahap,” ungkapnya.

Bandiyah membeberkan, para kader ini di lapangan mengerjakan kegiatan yang amat penting, yaitu untuk intervensi spesifik, hingga program KB dapat berjalan optimal.

“Yang menjadi catatan evaluasi kami adalah untuk memperkuat koordinasi data, kadang masih kesulitan dalam koordinasinya. Tapi di 2024 nanti kita jembatani lebih kuat lagi,” pungkasnya.

Sementara itu, Machli menambahkan, kegiatan ini merupakan bagian dari penguatan peran kader dalam upaya penanganan dan penurunan angka kasus tengkes di Kota Banjarmasin.

“Karena stunting merupakan program prioritas Wali Kota Banjarmasin, karena angka stunting di Banjarmasin masih cukup tinggi,” bebernya.

Pihaknya pun menargetkan pada tahun 2024, angka kasus tengkes di Kota Seribu Sungai dapat mencapai angka 17%.

Oleh karena itu, kita berharap dengan adanya kegiatan ini mengoptimalkan peran daripada kader yang berada di lini depan,” pungkasnya.