Mantap! Desa Karang Bunga Batola Wakili Kalsel Ikuti Lomba Nasional Pangan Aman 

JURNALKALIMANTAN.COM, BARITO KUALA – Sekretaris Daerah Kabupaten Barito Kuala (Batola) Ir. H. Zulkifli Yadi Noor, dampingi langsung Tim Verifikasi Lomba Pangan Aman (Paman) tingkat Nasional, di Desa Karang Bunga Kecamatan Mandastana, Kamis (9/3/2023).

Selain Sekda, turut mendampingi Asisten 2 Suyud Sugiono, dan sejumlah kepala satuan kerja perangkat daerah, pihak kecamatan, hingga desa, pada sejumlah titik. 

[feed_them_social cpt_id=59908]

Diawali dengan pembukaan di Aula Kantor Kepala Desa, Sekda menyampaikan ucapan selamat datang kepada tim verifikator.

Ia juga yakin dengan adanya penilaian ini, menjadi kesadaran baru dalam pembinaan yang harus dilakukan secara komprehensif. 

“Kita harap Desa Karang Bunga dapat juara dalam penilaian Paman dan mengangkat statusnya menjadi Desa Mandiri,” harap Sekda. 

Seperti diketahui, Desa Karang Bunga menjadi satu-satunya yang mendapat penilaian di Kalimantan Selatan dalam lomba tingkat nasional ini.

Verifikasi lapangan merupakan tahapan akhir seleksi Desa Pangan Aman, setelah tahapan administrasi dan wawancara.

Tim juri melakukan verifikasi penerapan keamanan pangan untuk komunitas kantin sekolah, Industri Rumah Tangga Pangan (IRTP), ibu rumah tangga, Pelaku Usaha Pangan Siap Saji (PKL), dan ritel/warung.

Kemudian proses dan sanitasi UKM masyarakat, maupun warung yang menjadi ruang pajang produk UKM. Selain itu, kondisi pertanian dan Pamsimas (Program Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat).

Fausta Maria Rochmawati mewakili tim verifikator menyampaikan, salah satu prioritas pemerintah saat ini adalah program percepatan penurunan kasus tengkes.

“Indonesia mempunyai target menurunkan stunting pada tahun 2024 menjadi 14%. Kita semua perlu bersama-sama mendukung target pemerintah ini dalam rangka pembangunan berkelanjutan di Indonesia, yaitu menyiapkan SDM yang unggul dan berdaya saing,” ungkapnya. 

Disebutkan Maria, pembentukan SDM berkualitas harus diupayakan sejak dini, salah satunya dengan memberikan asupan pangan yang aman dan bergizi. 

Program ini adalah bentuk intervensi keamanan pangan kepada komunitas masyarakat, pelaku usaha, dan sekolah agar menjadi masyarakat mandiri dalam hal keamanan pangan. 

“Intervensi harus dilakukan melalui sisi suplai, yaitu melalui kegiatan pembinaan pelaku usaha pangan, baik produsen maupun ritel yang ada di desa dan sisi demand,” jelasnya.

Rochmawati berharap strategi dua arah ini dapat efektif membangun kemandirian masyarakat dan pelaku usaha dalam menjamin pemenuhan kebutuhan pangan aman, bermutu, dan bergizi. Di akhir penilaian, Maria sampaikan akan dilakukan terlebih dahulu sidang penilaian.

“Kita kumpulkan dahulu hasil penilaian di seluruh Indonesia, baru kita lakukan sidang dengan seluruh tim penilai. Semoga yang terbaik dapat Batola raih, ” harapnya. 

Adapun desa-desa yang masuk nominator 10 besar Lomba Desa Pangan Aman Tingkat Nasional ini adalah Kelurahan Jerukwudel Provinsi DIY, Kelurahan Pancoran  DKI Jakarta, Desa Randusari Jawa Tengah, Desa Tanjung Lay Kalimantan Barat, Desa Tengin Baru  Kalimantan Timur, Desa Karang Bunga Kalimantan Selatan, Desa Mekong Riau, Kalurahan Galung Maloang Sulawesi Selatan, Desa Maelang Sulawesi Utara, dan Desa Lubuk Cuik Sumatera Selatan. 

Terdapat empat orang tim verifikator yang hadir di Batola, yakni Ir. Fausta Maria Rochmawati, M.Si. dari Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, Dra. Indriemayatie Asri Ganie, Apt. dan Dewintha Syandi Khairunnisa, S.T.P. dari BPOM RI, serta Drs. Leonard Duma, Apt., M.M. Kepala Balai Besar POM di Banjarmasin.

(Alibana)

[feed_them_social cpt_id=57496]