Maybank Indonesia Pacu Pembiayaan SME, Segmen Syariah Jadi Andalan

JURNALKALIMANTAN.COM, JAKARTA – PT Bank Maybank Indonesia Tbk terus memperkuat pembiayaan sektor usaha kecil dan menengah (SME) dengan menjadikan segmen syariah sebagai pendorong utama pertumbuhan bisnis.

Strategi ini sejalan dengan kebijakan Shariah First yang telah dijalankan sejak 2014, di mana produk berbasis syariah dinilai memiliki potensi besar di pasar domestik.

Direktur Community Financial Services Maybank Indonesia, Bianto Surodjo, mengatakan penguatan pembiayaan syariah dilakukan dengan mempertimbangkan pertumbuhan industri keuangan syariah yang terus meningkat di Indonesia.

“Dengan dukungan jaringan regional Maybank Group, kami optimistis dapat menghadirkan layanan perbankan syariah yang kompetitif sesuai kebutuhan nasabah SME,” ujarnya.

Salah satu produk unggulan yang diandalkan adalah pembiayaan leasing syariah melalui skema Ijarah Muntahiyah Bittamlik (IMBT), yang ditujukan untuk memenuhi kebutuhan pembiayaan pelaku usaha.

Secara kinerja, outstanding pembiayaan SME Maybank Indonesia pada 2025 tercatat mencapai Rp22,32 triliun. Dari jumlah tersebut, porsi pembiayaan syariah terus meningkat, dari 14 persen pada 2020 menjadi 32 persen pada 2025, dengan pertumbuhan tahunan sebesar 11,76 persen.

Selain itu, dana murah (CASA) segmen SME juga tumbuh signifikan sebesar 23,5 persen secara tahunan menjadi Rp17,61 triliun per Desember 2025.

Untuk mendorong pertumbuhan, Maybank Indonesia mengoptimalkan sinergi antar entitas dalam grup melalui strategi One Maybank, dengan menghadirkan solusi keuangan terintegrasi bagi pelaku usaha, mulai dari pembiayaan hingga layanan transaksi.

Bank juga menyiapkan program pemberdayaan seperti HERPower yang ditujukan untuk memperluas akses pembiayaan bagi pelaku usaha perempuan.

Ke depan, Maybank Indonesia menargetkan pengembangan bisnis SME tetap berjalan seiring dengan menjaga kualitas portofolio, serta memperkuat basis layanan transaksi untuk mendukung pertumbuhan berkelanjutan. (Viz)