JURNALKALIMANTAN.COM, JAKARTA – Menteri Pemuda dan Olahraga, Erick Thohir, mengambil langkah strategis untuk meningkatkan pengelolaan sarana dan prasarana olahraga di seluruh Indonesia. Upaya ini diwujudkan melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) dengan Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian, serta Menteri Koperasi dan UMKM, Maman Abdurahman, di Gedung C Kemendagri, Jakarta, belum lama tadi.
Erick menjelaskan bahwa kerja sama ini merupakan tindak lanjut arahan Presiden Prabowo untuk mengoptimalkan fasilitas olahraga, baik milik pusat maupun daerah, sehingga mampu memberi nilai tambah bagi ekonomi nasional dan lokal.
Ia menyoroti banyaknya fasilitas olahraga yang dibangun dengan biaya besar, namun kemudian tidak dimanfaatkan secara maksimal.
“Jika dikelola dengan baik, sarana olahraga bisa menjadi penggerak ekonomi, termasuk melalui event dan aktivitas UMKM. Sayangnya, banyak fasilitas yang justru menjadi beban daerah,” ujar Erick, dari laman resmi Kemenpora.
Melalui MoU ini, Kemenpora, Kemendagri, dan Kemenkop UMKM sepakat melakukan pemetaan ulang aset olahraga yang tersebar di berbagai daerah serta memastikan penggunaannya sesuai kebutuhan publik. Erick optimistis sinergi lintas kementerian dapat membuka peluang besar, terutama di sektor sport tourism yang nilai globalnya mencapai ratusan miliar dolar.
Ia menambahkan, regulasi berupa Permendagri terkait pemanfaatan aset olahraga sudah tersedia, sehingga implementasi kerja sama ini bisa segera dipercepat.
Mendagri, Tito Karnavian menyambut baik inisiatif tersebut. Menurutnya, banyak daerah menghadapi tantangan dalam mengelola infrastruktur olahraga karena minimnya orientasi komersial.
“Dengan MoU ini, pengelolaan sarana olahraga diharapkan lebih profesional dan memberikan manfaat ekonomi nyata,” ucap Tito.
Menteri UMKM, Maman Abdurahman, juga menilai kolaborasi ini akan membuka ruang lebih luas bagi UMKM daerah, terutama melalui aktivitas ekonomi yang muncul dari penyelenggaraan event-event olahraga. (Viz)














