Meski 67 Ribu Kepesertaan BPJS Dinonaktifkan, Layanan Puskesmas Tetap Gratis bagi Warga Banjarmasin

Plt Kepala Dinas Kesehatan Kota Banjarmasin, Muhammad Ramadan. (Foto : Ih)

JURNALKALIMANTAN.COM, BANJARMASIN – Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kesehatan Kota Banjarmasin Muhammad Ramadan, memastikan warga Kota Seribu Sungai tetap mendapatkan pelayanan kesehatan gratis di puskesmas, meski tidak terdaftar atau kepesertaan BPJS Kesehatannya nonaktif.

Hal tersebut disampaikannya, menyusul pengurangan jumlah kepesertaan BPJS Kesehatan yang ditanggung Pemerintah Kota Banjarmasin hingga 67 ribu jiwa, akibat penyesuaian dan efisiensi anggaran.

[feed_them_social cpt_id=59908]

“Kami tetap melayani warga di puskesmas secara gratis bagi pemilik KTP Banjarmasin. Pelayanan pemeriksaan tetap diberikan. Jika diperlukan tindakan lanjutan atau rujukan ke rumah sakit dan yang bersangkutan benar-benar tidak mampu, dapat meminta rekomendasi dari Dinas Sosial,” ujar Ramadan kepada awak media di kantornya, Selasa (13/1/2026).

Menurutnya, saat ini jumlah peserta BPJS Kesehatan yang masih dijamin Pemkot sekitar 45 ribu jiwa, yang ditetapkan berdasarkan Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS).

“Karena anggaran berkurang, kami memprioritaskan warga miskin berdasarkan data DTKS, yakni sekitar 45 ribu jiwa. Sementara 67 ribu lainnya dilepas karena efisiensi dan seharusnya memang mandiri, atau masuk kategori pekerja bukan penerima upah,” jelas Ramadan.

Namun demikian ia menegaskan, bahwa warga yang benar-benar miskin tetap berpeluang kembali dijamin BPJS Kesehatan apabila memenuhi kriteria Dinas Sosial.

“Jika ada warga yang memang miskin tetapi tidak terdata atau kepesertaan BPJS-nya dinonaktifkan, silakan datang ke Dinas Sosial untuk dilakukan verifikasi dan validasi. Data yang kami gunakan memang bersumber dari Dinsos,” tegas Plt. Kadis.

Sementara itu, bagi warga dalam maauk keadaan darurat di rumah sakit namun BPJS-nya tidak terkover, pihaknya berkomitmen pelayanan kesehatan tetap diberikan.

“Kami sudah menyampaikan kepada rumah sakit Sultan Suriansyah dan puskesmas agar tetap melayani. Soal pembiayaan bisa dibicarakan kemudian,” pungkas Ramadan.

(Ih/Ahmad M)

[feed_them_social cpt_id=57496]