Misteri Tragedi Maut Jalan Alternatif Tanbu-Banjarbaru Tewaskan Rombongan Mahasiswa KKN

Foto truck tangki usai menghantam pikap dengan sejumlah korban saat sebelum dievakuasi oleh TNI dan polisi.(Foto : Andre)

JURNALKALIMANTAN.COM, TANAH BUMBU — Kecelakaan lalu lintas maut yang melibatkan satu unit truk tangki dan sebuah mobil pikap terjadi di Jalan Alternatif, Desa Gunung Raya, Kecamatan Mentewe, Kabupaten Tanah Bumbu (Tanbu), Kalimantan Selatan, Sabtu (1/8/2026) lalu.

Insiden tragis ini merenggut nyawa tujuh orang seketika, enam di antaranya merupakan mahasiswa yang sedang melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN).

Peristiwa nahas yang terjadi sekitar pukul 11.30 Wita tersebut menyisakan duka mendalam bagi dunia pendidikan di Kalsel, khususnya bagi civitas academica Universitas Lambung Mangkurat (ULM) dan Universitas Nahdlatul Ulama Kalimantan Selatan (UNUKASE).

Berdasarkan informasi yang dihimpun di lokasi kejadian, insiden bermula ketika sebuah mobil tangki minyak berwarna biru-putih yang dikemudikan oleh M. Ilyas, melaju dari arah Banjarbaru menuju Batulicin, Tanbu.

Saat melintas di Jalan Alternatif Desa Gunung Raya, truk tangki tersebut diduga mengalami hilang kendali hingga masuk ke jalur berlawanan.

Nahas, dari arah berlawanan melaju sebuah mobil pikap milik Desa Irigasi Batulicin yang ditumpangi para mahasiswa peserta KKN. Jarak yang terlalu dekat membuat tabrakan adu banteng tidak dapat dihindari.

Akibat benturan keras tersebut, kendaraan mengalami rusak parah. Seluruh korban sempat dilarikan ke Puskesmas Mentewe untuk mendapatkan penanganan medis darurat, namun nyawa sebagian besar korban tidak tertolong.

Diketahui, mobil pikap yang ditumpangi para korban merupakan kendaraan desa yang dipinjam oleh mahasiswa KKN, untuk keperluan perjalanan menuju objek wisata Sungai Alut, Kilometer 60, Tanbu. Perjalanan yang sedianya diisi dengan kebersamaan dan pengabdian masyarakat itu, justru berubah menjadi musibah kelam.

Dari total tujuh korban meninggal dunia, satu di antaranya adalah pemuda desa. Sementara itu, ada satu mahasiswa yang mengalami luka-luka, dan saat ini harus menjalani rujukan medis di RS Marina untuk mendapatkan perawatan intensif.

Identitas Korban Meninggal Dunia:

• M. Ilyas (sopir truk tangki);
• Feri Andi Saputra (pengemudi pikap/ Mahasiswa UNUKASE);
• Abdi Cahya Girsang (Mahasiswa ULM), asal Landasan Ulin, Banjarbaru;
• Muhammad Ramadhani (ULM), asal Martapura Timur, Kabupaten Banjar;
• Tegar Mangku Alamsyah (Karang Taruna Desa Batulicin Irigasi);
• Nafa Izzatu Jannah (UNUKASE), asal Simpang Empat, Tanbu;
• Nur’aini Salsabila binti Nuhadi (UNUKASE), asal Karang Bintang

Korban Dirujuk di RS Marina:

• M. Fahrizal Hasbi (ULM), asal Anjir Pasar, Kabupaten Barito Kuala.

Kepala Subbagian Perparkiran Dinas Perhubungan Tanbu, Surachmat mengatakan, kasus kecelakaan maut ini kini tengah ditangani pihak kepolisian setempat, guna menyelidiki lebih lanjut penyebab pasti hilangnya kendali pada kendaraan truk tangki tersebut.

“Tunggu rilisnya dari pihak berwenang, saat ini polisi lalu lintas sudah melakukan penyelidikan ke lokasi kejadian,” katanya saat dikonfirmasi melalui via WhatsApp, Selasa (4/8).

Kasubbag mengingatkan, peristiwa demikian menjadi pengingat pentingnya kehati-hatian dalam berkendara, khususnya di jalur lintas kabupaten yang memiliki kontur jalan rawan.

(as)