JURNALKALIMANTAN.COM, TANAH BUMBU – Literasi keuangan kini menjadi keterampilan dasar yang penting dikuasai generasi muda. Dalam rangka memperingati Bulan Literasi Keuangan dan Hari Indonesia Menabung, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Kalimantan Selatan bersama Bank Kalsel KCP Syariah Batulicin menggelar Roadshow Edukasi Keuangan di MTsN 3 Tanah Bumbu, Rabu (6/8/2025).
Kegiatan ini bertujuan menanamkan kebiasaan menabung, mengelola uang saku secara bijak, serta memperkenalkan sistem keuangan yang sehat kepada pelajar. Edukasi ini merupakan bagian dari Program Literasi dan Inklusi Keuangan bagi Pelajar, sekaligus mendukung KEJAR Award 2025 serta percepatan akses keuangan di daerah.
Wakil Kepala Bidang Kurikulum MTsN 3 Tanah Bumbu, Lilik Sutiani, S.Pd., menyambut baik kegiatan tersebut.
“Kami sangat mengapresiasi hadirnya edukasi keuangan di sekolah kami. Ini adalah pembelajaran penting agar anak-anak tidak hanya cerdas secara akademis, tapi juga bijak dalam mengelola keuangan,” ujarnya.
Kepala Bank Kalsel KCP Syariah Batulicin, Budi Rahman, menyampaikan komitmen pihaknya untuk menjadi bagian dari proses pembentukan karakter pelajar dalam memahami keuangan syariah.
“Kami membawa misi membentuk generasi muda yang gemar menabung, paham keuangan, dan siap menyongsong masa depan yang lebih baik,” jelasnya, Kamis (7/8/2025).
Deputi Direktur Pengawasan Perilaku PUJK OJK Kalsel, Abidir Rahman, menegaskan pentingnya kolaborasi antara lembaga keuangan, regulator, dan institusi pendidikan dalam menyebarluaskan literasi keuangan.
“Edukasi seperti ini adalah investasi jangka panjang. Anak-anak harus diberi akses dan pemahaman sejak dini agar kelak menjadi masyarakat mandiri secara finansial, serta tidak mudah terjebak dalam praktik keuangan yang tidak sehat,” tegasnya.
Dalam kegiatan ini, pelajar juga dikenalkan dengan produk Tabungan SimPel (Simpanan Pelajar) sebagai langkah awal menanamkan budaya menabung secara teratur dan bertanggung jawab.
Melalui edukasi berkelanjutan, Bank Kalsel dan OJK menegaskan komitmennya dalam mencetak generasi cerdas finansial, menjadikan menabung sebagai budaya yang tertanam sejak usia sekolah.
(Sumber : Bank Kalsel/Ian)














