Tak ingin berdiam diri, wakil rakyat yang akrab disapa Paman Yani ini berencana akan memperjuangkan aspirasi itu ke rumah Banjar dengan segera memanggil sejumlah SKPD terkait untuk membantu menyelesaikan permasalahan yang kini menjadi persoalan bersama.
“Saya akan segera panggil Dinas Perdagangan, Tanaman Pangan dan Holtikultura, Ketahanan Pangan hingga perkebunan ditingkat Kalsel ataupun kabupaten untuk berdiskusi dalam menyelesaikan permasalahan ini. Setidaknya, kita bicarakan dulu jangan diam, malu hati juga kalau tidak disampaikan,” tegasnya.
Saya menginginkan adanya pola yang tepat agar hasil pertanian dan perkebunan milik masyarakat lokal di wilayah tersebut bisa mengusai pangsa pasar minimal di daerahnya sendiri, ucap politisi Golkar Kalsel ini.
“Sekali lagi, terpenting kita suarakan dulu kepada pemerintah baik provinsi maupun kabupaten. Agar kedepan, hasil pertanian yang digarap oleh warga disini semestinya harus dan mampu merajai pangsa pasar di wilayahnya sendiri kalau perlu di kota besar seperti di Banjarmasin. Maka dari itu, supaya tidak terbuang sia-sia dan percuma harus ada pola atau langkah yang tepat tadi,” ucapnya.
Ia menilai, meski dibantu dengan alat mesin pertanian dan mendapatkan bibit unggul terbaik. Menurutnya lagi, apabila tidak diberikan bimbingan serta penyuluhan maka hasilnya pun dipastikan juga tidak maksimal.
“Seperti tadi, walaupun dibantu dengan sebaik apapun bibit dan mesin pertaniannya saya rasa percuma juga. Meski hasil berlimpah tapi terbuang sia-sia dan harganya juga tidak sesuai ya rugi kan.
Dia berharap, pemerintah bisa memberikan perhatian serius untuk segera menangani penyelesaian permasalahan tersebut, baik dalam bentuk strategi penjualan, penyuluhan secara berkala maupun menjaga kualitas sampai dengan teknik pembibitan yang benar.
“Inilah kendala kami sebagai petani yang sekaligus pekebun di Desa Gunung Ulin, karena kalau sudah masuk distribusi hasil pertanian dikabupaten dan provinsi lain otomatis anjlok. Setidaknya, tolong kepada pemerintah agar diperhatikan nasib kami, kadang-kadang karena kalah bersaing harga sayur mayur milik warga disini sering busuk dan dibuang,”
Editor : Ahmad MT














