Pancasila Jadi Benteng Tangkal Dampak Negatif Medsos

Desy Oktavia Sari saat foto bersama dengan peserta sosrev di kabupaten HSS

JURNALKALIMANTAN.COM, HULU SUNGAI SELATAN – Wakil Ketua DPRD Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel), Desy Oktavia Sari, menegaskan bahwa Pancasila bukan hanya untuk dihafal, tetapi harus diwujudkan dalam tindakan nyata dalam kehidupan sehari-hari.

“Ideologi kita harus diterapkan dalam keseharian. Hapal saja tidak cukup kalau tidak diamalkan,” ujarnya dalam kegiatan Sosialisasi Revitalisasi dan Aktualisasi Nilai-Nilai Ideologi Pancasila (Sosrev) di Kelurahan Kandangan Barat, Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS),belum lama tadi.

[feed_them_social cpt_id=59908]

Salah satu pokok bahasan dalam sosialisasi tersebut adalah bahaya dan dampak negatif media sosial, seperti penyebaran hoaks, ujaran kebencian, serta polarisasi sosial yang mengganggu persatuan bangsa.

Srikandi PAN Kalsel ini menekankan bahwa nilai-nilai Pancasila dapat menjadi benteng moral dalam menjaga etika dan tanggung jawab bermedia sosial.

“Pancasila mengajarkan kita untuk bertanggung jawab, termasuk saat menggunakan media sosial. Sila pertama, Ketuhanan Yang Maha Esa, mengajarkan kita untuk memberi contoh, bukan sekadar menyuruh,” ucap Desy.

Ia berharap kesadaran akan pentingnya nilai Pancasila tumbuh dari dalam diri setiap individu.

Hadir sebagai narasumber, Lurah Kelurahan Kandangan Barat, Mahyuni, juga menyoroti pentingnya membangkitkan kembali semangat gotong royong dan menjaga etika, termasuk di ruang digital.

“Etika bermedsos juga bagian dari pengamalan Pancasila. Kita perlu mengingat kembali nilai-nilai dasar bangsa. Benteng kita ya Pancasila,” kata Mahyuni.

Melalui kegiatan ini, Desy berharap masyarakat Kandangan Barat, khususnya generasi muda, dapat membentuk karakter yang berlandaskan Pancasila.

“Dengan menanamkan nilai-nilai Pancasila sejak dini, kita dapat menjaga budaya, etika, dan persatuan di tengah pesatnya perkembangan teknologi,” tutup Desy. (YUN)

[feed_them_social cpt_id=57496]