Pj Gubernur Kalsel, Safrizal ZA mengaku, sangat mengapresiasi kegiatan itu karena penting dalam interaksi mengenai pencegahan Korupsi.
“Karena dengan literasi yang baik, tujuan yang baik maka kita mengetahui mana Do mana Don’t atau mana yang boleh dan mana yang tidak boleh dan penting sekali pemahaman ini,” ungkapnya.
Menurutnya, apabila mengetahui ini maka mereka mengikuti Rakor ini akan bisa turut memberitahukan kepada orang lain, bahkan karena ini ialah, para pemimpin eksekutif maka dilingkungannya tindakan itu lebih utama dilaksanakan.
“Melalui Rakor ini kita bulatkan tekad Kesadaran dan kemauan untuk melangkah lebih jauh pencegahan korupsi di lingkungan Pemerintah Daerah Kalimantan Selatan bisa kita laksanakan lebih baik lagi,” bebernya.
Dikatakan, secara nasional negara Indonesia dikategorikan masih belum cukup baik, namun usaha ini akan dilakukan secara terus menerus bersama. Hanyalah, tinggal Pemprov bersama Pemkab maupun Pemkot terus melakukan upaya untuk mencegah dampak buruk terhadap kehidupan berbangsa dan bernegara akibat dampak buruk dari korupsi terjadi.
“Korupsi juga menyebabkan iklim investasi menjadi tidak sehat, karena negara-negara maju sangat terganggu dengan pola-pola investasi yang tidak sehat,” jelasnya.
Oleh karena itu, usai rakor ini ia meminta kepada Kepala Daerah untuk mengawasi proses perencanaan, sehingga sesuai dengan visi dan misi Kepala Daerah.
Untuk diketahui, Rakor secara virtual di Kantor Bupati Tanbu ini, dihadiri oleh Kepala Dinas Kominfo, Kepala Dinas PUPR, Kepala BKD, Inspektorat dan Pejabat lain.
Reporter : Daniel Setiawan
Editor : Rian














