JURNALKALIMANTAN.COM, BARITO KUALA – Sekda Kabupaten Barito Kuala (Batola) H. Zulkipli Yadi Noor, para staf ahli, para asisten, para pimpinan Satuan Kerja Perangkat Daerah, Ketua MUI, pengurus Ikatan Persaudaraan Qari-Qariah dan Hafiz-Hafizah, ormas, pejabat eselon III, para pelaksana, dan undangan lainnya, mengikuti Peringatan Isra Mikraj Nabi Muhammad saw. 1443 Hijriah, yang dilaksanakan Pemkab Batola, di Aula Selidah Marabahan, Selasa (01/03/2022).
Dalam sambutannya, Sekda menyampaikan, terdapat beberapa hal sangat penting dari pelaksanaan Peringatan Hari Besar Islam ini. Pertama, terkait peristiwa Isra Mikraj yang menjadi ujian keimanan kaum muslimin, lantaran mukjizat Nabi Muhammad saw. yang sulit dinalar logika pada masa itu.
“Bisa dibayangkan, dari jarak yang sejauh itu perjalanannya mulai Masjidilharam ke Masjidilaqsa, kemudian dinaikkan ke Sidratulmuntaha, sehingga keimanan benar-benar teruji,” tutur Sekda.
Selain itu tegas Zulkipli Yadi Noor, peristiwa Isra Mikraj mengandung perintah salat 5 waktu, yang harus menjadi renungan kaum muslimin, akan pentingnya melaksanakan kewajiban tersebut.
Ia juga mengingatkan, peringatan seperti ini teramat penting untuk dilaksanakan dalam rangka siar Islam, sekaligus memperkenalkan kepada generasi penerus agar peristiwa ini terus diketahui.
“Tanpa adanya peringatan semacam ini, dikhawatirkan generasi berikut terutama anak-anak, kehilangan sejarah luar biasa dalam upaya penanaman keimanan dan ketakwaan yang senantiasa harus digaungkan,” terang zulkifli
Penceramah Ustaz Helmi Kasyful Anwar mengatakan, pelaksanaan peringatan Isra Mikraj ini merupakan perbuatan mulia. Sesuai firman Allah Swt. menyatakan, setiap yang mengagungkan dan memuliakan siar-siarNYA, adalah salah satu unsur dari ketakwaan.
“Sebagaimana firman Allah Swt., bahwasanya dalam satu tahun terdapat 12 bulan, di antara 12 bulan terdapat empat bulan yang dimuliakan Allah Swt. Barang siapa yang memuliakan sesuatu yang dimuliakan Allah Swt., maka akan dimuliakan juga oleh Allah Swt.,” paparnya.
Ustaz Helmi menceritakan pengalaman seseorang Sahabat Nabi Muhammad saw., yang saat berjalan bersama, tiba-tiba Rasulullah saw. mampir di suatu pekuburan sambil menangis. Ketika ditanya, Rasulullah saw. menjawab bahwa beliau menangis karena melihat orang yang di dalam kubur tersebut sedang disiksa.
Rasulullah saw. mengatakan kepada sahabatnya, seandainya orang yang ada di kubur itu pernah memuliakan Bulan Rajab walau pun satu malam atau berpuasa satu hari di bulan Rajab, niscaya tidak akan disiksa.
“Jadi intinya, bulan Rajab ini bulan mulia kita sebagai muslim atau mukmin, dianjurkan memuliakan sesuatu yang dimuliakan oleh Allah Swt.,” pungkasnya.














