JURNALKALIMANTAN.COM, HULU SUNGAI TENGAH – Dinas Pendidikan Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST) menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Digitalisasi Pembelajaran bertajuk “Akselerasi Digitalisasi Pembelajaran untuk Transformasi Kelas” sebagai langkah strategis memperkuat kompetensi guru dalam pemanfaatan teknologi pendidikan.
Kegiatan Bimtek ini dilaksanakan selama tiga hari dari tanggal 23 hingga 25 Februari 2026, di Aula Yudha Lalana Dinas Pendidikan HST, dan diikuti 100 peserta dari berbagai jenjang pendidikan, mulai PAUD, SD, SMP, SMA hingga pendidikan kesetaraan. Narasumber yang dihadirkan dari BPMP Kalsel, DR Ridha dan tim.
Adapun peserta terdiri dari 30 guru PAUD, 30 guru SD, 30 guru SMP, lima guru SMA, dan lima guru pendidikan kesetaraan, sehingga total mencapai 100 peserta dari seluruh wilayah Kabupaten Hulu Sungai Tengah.
Kepala Dinas Pendidikan HST, Muhammad Anhar melalui Sekretaris Dinas Pendidikan HST, Salihin, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk komitmen pemerintah daerah dalam menjawab tantangan era transformasi digital di sektor pendidikan.
“Digitalisasi pembelajaran bukan sekadar penggunaan perangkat elektronik, tetapi perubahan paradigma dalam mengelola kelas agar lebih interaktif, inklusif, dan efisien. Guru harus mampu beradaptasi dan memanfaatkan platform digital secara optimal,” ujar Salihin.
Salihin menjelaskan, tujuan kegiatan ini difokuskan pada peningkatan kapasitas guru sesuai karakteristik masing-masing jenjang. Untuk PAUD, guru dikenalkan pada pemanfaatan media digital yang aman dan kreatif guna menstimulasi perkembangan anak tanpa meninggalkan unsur bermain.
Pada jenjang SD, guru didorong menyusun konten pembelajaran interaktif berbasis platform digital untuk memperkuat literasi dan numerasi. Sementara itu, bagi jenjang SMP, SMA, dan kesetaraan, pemanfaatan Learning Management System (LMS) serta alat kolaborasi digital menjadi fokus utama guna mendorong kemandirian belajar siswa dan kesiapan menghadapi tantangan global.
Lebih lanjut, Dinas Pendidikan berharap kegiatan ini dapat peningkatan kompetensi pedagogik guru dalam mengintegrasikan teknologi ke dalam perencanaan pembelajaran, terciptanya ekosistem kelas yang lebih dinamis, pemerataan akses informasi bagi pendidikan kesetaraan, serta tersedianya dokumentasi praktik baik dalam bentuk portofolio digital guru.
“Dengan kegiatan ini, kami berharap transformasi kelas benar-benar terwujud, sehingga kualitas pembelajaran di HST semakin relevan dengan kebutuhan zaman dan perkembangan teknologi,” tutup Salihin.
(Rz)














