JURNALKALIMANTAN.COM,BANJARMASIN– Pemerintah Kota Banjarmasin menaruh harapan besar pada peran Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Pasar Banjarmasin, dalam menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok masyarakat.
Hal itu tercermin dalam pengesahan Rencana Kerja dan Anggaran (RKA) Perumda Pasar Banjarmasin yang dilakukan Wali Kota Banjarmasin H. Muhammad Yamin HR dalam ekspose di Ruang Rapat Wali Kota, Kamis (18/12).
Dalam pertemuan bersama Dewan Pengawas dan Direksi Perumda Pasar tersebut, Wali Kota Yamin menegaskan bahwa pengelolaan pasar tidak hanya berbicara soal pendapatan daerah, tetapi juga menyangkut kepentingan masyarakat luas, khususnya pengendalian inflasi dan keterjangkauan harga.
“Perumda Pasar harus mampu menjalankan bisnisnya tanpa membebani masyarakat. Yang utama adalah bagaimana pasar bisa berperan dalam menjaga stabilitas harga dan sekaligus meningkatkan PAD,” ujar Yamin.
Ia menilai, pasar tradisional memiliki peran strategis sebagai pusat perputaran ekonomi rakyat. Oleh karena itu, kebijakan anggaran yang disusun harus berdampak langsung terhadap kelancaran distribusi barang, kenyamanan aktivitas jual beli, serta stabilitas harga di lapangan.
Selain aspek ekonomi, Yamin juga menekankan pentingnya peningkatan kualitas layanan publik di kawasan pasar. Mulai dari infrastruktur dasar, kebersihan lingkungan, hingga keamanan pengunjung dan pedagang menjadi indikator utama keberhasilan pengelolaan pasar ke depan.
“Pasar itu ruang publik. Harus ramah, aman, dan nyaman. Kalau lingkungannya tertata dengan baik, aktivitas ekonomi akan berjalan lebih sehat,” katanya.
Pengesahan RKA tersebut sekaligus menjadi arah baru bagi Perumda Pasar Banjarmasin untuk memperkuat tata kelola yang lebih transparan, termasuk dalam sistem retribusi dan pengelolaan sampah secara mandiri.
Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan kepercayaan pedagang dan masyarakat terhadap pengelolaan pasar.
Yamin juga meminta agar seluruh program yang tertuang dalam RKA sejalan dengan visi dan misi Pemerintah Kota Banjarmasin.
Ia mengakui, proses revitalisasi pasar bukan perkara mudah, namun harus dijalankan secara bertahap dan terukur.
“Kita ingin pasar Banjarmasin menjadi pasar yang maju dan sejahtera. Itu tidak bisa instan, tapi harus dimulai dengan perencanaan yang matang dan pelaksanaan yang konsisten,” pungkasnya.
(Ih/Ang)














