Proper SMS Dara Mengaca Kadispersip Kalsel Turut Disokong Menko PMK RI 

Menko PKM menandatangi Proper Kepala Dispsrsip Kalsel
Menko PKM menandatangani proper Kepala Dispersip Kalsel

JURNALKALIMANTAN.COM, BANJARMASIN Proyek Perubahan (Proper) PKN (Pelatihan Kepemimpinan Nasional) II yang dijalankan Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Kadispersip) Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) Dra. Hj. Nurliani, M.A.P., dengan judul Strategi Merangkul Stakeholder dalam Rangka Meningkatkan Minat Baca (SMS Dara Mengaca) di Kalsel, melebihi target jangka pendek yang direncakanan. 

Hal ini dikarenakan tanpa disangka dari 7 kepala daerah yang ditargetkan, ternyata telah mencapai 10, begitu pula dukungan Pj. Gubernur Kalsel, dan yang lebih membanggakan turut didukung Menteri Koordinator (Menko) Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK), yang semula direncanakan pada jangka menengah, ternyata bisa didapat lebih cepat dari perkiraan.

[feed_them_social cpt_id=59908]

Dukungan ini didapat saat kedatangan Menko PMK RI ke Kantor Dispersip Kalsel beserta Pj. Gubernur Kalsel, dalam rangka memantau capaian Indeks Pembangunan Literasi Tertinggi se-Indonesia, yang ditandai lewat pemberian tanda tangan dan pernyataan dukungan terhadap Proper PKN II Kadispersip Kalsel. 

“Alhamdulillah, beliau berdua mendukung sepenuhnya niat SMS Dara Mengaca,” ungkap Kepala Dispersip Kalsel Hj. Nurliani, Kamis (05/08/2021).

Lanjutnya, ia merasa terhormat dengan dukungan Menko PMK RI dan Pj. Gubernur Kalsel, apalagi keduanya sangat bersahaja, sederhana, ramah, dan tanpa terasa hampir selama 3 jam betah berada di Perpustakaan Palnam,  berdiskusi dengan tokoh-tokoh masyarakat yang diundang.

Ditambahkan Bunda Nunung (sapaan akrab Kadispersip Kalsel), peta jalan pembudayaan dan peningkatan budaya literasi tersebut, merupakan upaya pihaknya untuk dapat mencapai target Indeks Pemajuan Kebudayaan, khususnya Dimensi Budaya Literasi. 

“Di mana di dalamnya ada 3 indikator, yaitu indikator usia 10 tahun ke atas yang membaca selain kitab suci. Indikator usia 10 tahun ke atas yg menggunakan internet. Dan ketiga, indikator usia 10 tahun ke atas yang datang berkunjung ke perpustakaan umum, desa, serta taman bacaan masyarakat,” tutupnya.

[feed_them_social cpt_id=57496]