Puluhan Perajin Pemula HSS Didorong Ciptakan Sasirangan Kreatif dan Berdaya Saing

Suasana pembukaan pelatihan. (Foto : ist)

JURNALKALIMANTAN.COM, HULU SUNGAI SELATAN – Dekranasda Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS) kembali memperkuat peran perajin lokal melalui pelatihan keterampilan mengolah kain sasirangan bagi pelaku usaha baru binaannya, berlangsung di Gedung Pramuka Kandangan, Sabtu (15/11/2025).

Dibuka Ketua TP PKK sekaligus Ketua Dekranasda HSS Hj Tata Syafrudin Noor, pelatihan ini menyasar para pengrajin pemula, terdiri dari 60 orang peserta menjelujur kain sasirangan yang dibagi dalam tiga kelompok, 20 orang peserta membordir sasirangan, serta 20 orang peserta pembuatan sasirangan ecoprint.

[feed_them_social cpt_id=59908]

Hadir dalam kegiatan tersebut Asisten Perekonomian dan Pembangunan yang juga Plt Kepala Dinas Tenaga Kerja, Koperasi, UKM dan Perindustrian beserta jajaran, narasumber dan pendamping dari SMKN 1 Kandangan, serta pengurus Dekranasda HSS.

Hj Tata Syafrudin Noor menyampaikan, pelatihan menjelujur, membordir, dan ecoprint sasirangan ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan untuk membina pelaku usaha baru agar kelak menjadi perajin yang berdaya dan mampu menembus pasar yang lebih luas.

Ia menegaskan, sasirangan bukan sekadar produk kain, tetapi warisan budaya masyarakat Banjar yang memiliki nilai sejarah, estetika, sekaligus ekonomi.

“Sebagai kekayaan budaya yang menjadi identitas daerah, keberlangsungan dan perkembangan sasirangan sangat membutuhkan peran generasi muda, para perajin, serta seluruh masyarakat kreatif di Kabupaten Hulu Sungai Selatan,” ujarnya.

Melalui pelatihan ini, para peserta diharapkan tidak hanya menguasai teknik dasar menjelujur dan membordir, tetapi juga mampu mengembangkan inovasi melalui teknik ecoprint, sehingga produk sasirangan yang dihasilkan semakin variatif dan memiliki daya saing di pasar lokal maupun nasional.

“Kami ingin keterampilan kreatif seperti ini tidak hanya bernilai seni, tetapi juga mampu menjadi sumber pendapatan yang berkelanjutan bagi masyarakat,” tuturnya.

Dekranasda HSS berkomitmen terus mendorong pertumbuhan UMKM kerajinan, membuka peluang ekonomi baru, serta meningkatkan pemberdayaan perempuan dan keluarga melalui berbagai program pembinaan dan pelatihan.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada para narasumber dan instruktur dari SMKN 1 Kandangan yang telah bersedia berbagi ilmu dan pengalaman kepada para peserta.

Setelah mengikuti pelatihan, peserta dapat menerapkan keterampilan yang didapat dalam kegiatan usaha maupun kelompok kerajinan di desa masing-masing.

“Mari kita jadikan pelatihan ini sebagai langkah nyata dalam melestarikan budaya daerah dan mengembangkan kerajinan khas Hulu Sungai Selatan. Semoga kegiatan ini memberikan manfaat besar, meningkatkan kreativitas, dan memperkuat peran kita semua dalam memajukan kerajinan lokal,” pungkasnya.

(Uck/Ang)

[feed_them_social cpt_id=57496]