JURNALKALIMANTAN.COM,HULU SUNGAI SELATAN – Upaya memperkuat karakter generasi muda melalui ruang seni dan budaya terus digalakkan Pemerintah Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS). Hal tersebut tercermin dalam pembukaan kegiatan Mentality Performance yang menjadi bagian dari rangkaian RAMU Art Festival 2025
, sekaligus memeriahkan Hari Jadi ke-75 Kabupaten HSS, di Lapangan Lambung Mangkurat Kandangan, Ahad (21/12).
Kegiatan yang digagas Lembaga Posko La-Bastari Kandangan bekerja sama dengan Pemkab HSS ini dibuka langsung oleh Bupati HSS, H. Syafrudin Noor, dengan mengusung tema “Menggali Potensi Seni, Berkarya Mengabdi untuk Banua”.
Turut hadir Wakil Bupati Hj. Suriani, Ketua GOW Hj. Misnawati Suriani, Sekda H. Muhammad Noor bersama Ketua DWP Hj. Elyani Yustika M. Noor, Ketua Komisi III DPRD Dr. Yuniarti, anggota DPRD, kepala satuan kerja perangkat daerah terkait, pimpinan komunitas seni, serta undangan lainnya.
Founder RAMU Art Festival 2025, Hj. Mustaidah Syafrudin Noor menyampaikan, festival tahun ini dirancang sebagai ruang edukatif dan ekspresi seni yang melibatkan berbagai komunitas.
Sejumlah agenda telah digelar, di antaranya pagelaran Teater Modern Bahasa Banjar “Dundang Banih”, program Belajar Bersama Maestro Kuda Gipang yang didukung Balai Pelestarian Kebudayaan Kementerian RI, hingga Mentality Performance sebagai penutup rangkaian.
“Semoga RAMU Art Festival dapat kembali digelar pada 2026 dengan konsep yang lebih inovatif dan berdampak, tidak hanya sebagai hiburan, tetapi juga sebagai media peningkatan prestasi serta citra positif daerah,” ungkapnya.
Sementara itu, Bupati HSS H. Syafrudin Noor menegaskan bahwa Mentality Performance menjadi contoh sinergi antara seni dan pembelajaran karakter.
Menurutnya, kegiatan ini berperan penting dalam membangun mental, mengelola emosi, dan menumbuhkan kepercayaan diri generasi muda.
“Selain juga sebagai ruang perjumpaan lintas komunitas yang mampu menjaga keberlanjutan seni dan budaya agar tetap hidup serta relevan dengan kehidupan masyarakat,” bebernya.
Pemkab HSS berkomitmen meningkatkan sarana pendukung seni dan budaya, di antaranya melalui pembangunan dan rehabilitasi open stage, pengembalian fungsi Gedung RAMU sebagai ikon kebudayaan daerah, serta penataan open stage MTQ agar dapat dimanfaatkan secara multifungsi oleh masyarakat.
(Uck/Ang)














