JURNALKALIMANTAN.COM, BANJARMASIN – Anggota Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kota Banjarmasin dari Daerah Pemilihan Banjarmasin Barat Saut Nathan Samosir, menggelar Penelahaan dan Penyerapan Aspirasi Masyarakat, untuk Reses Masa Sidang I Tahun 2026, Kamis (2/4). Kegiatan ini difokuskan di Kedai 99 Trisakti, kawasan Yos Sudarso.
Reses yang direncanakan berlangsung selama empat hari ini, untuk hari pertama dihadiri langsung perwakilan warga dari tiga kelurahan, yakni Belitung Utara, Teluk Tiram, dan Kuin Selatan. Turut menyerap aspirasi adalah dari pihak Kantor Lurah, Kantor Camat, serta sejumlah instansi terkait seperti Dinas Sosial, Dinas Kesehatan, Puskesmas, Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman, hingga Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR).
Sorotan Infrastruktur : Drainase dan Kebersihan Sungai
Pembangunan dan perbaikan infrastruktur menjadi salah satu keluhan utama yang mencuat dalam pertemuan tersebut. Ketua RW 02 Kelurahan Belitung Utara Juhriansyah, menyampaikan aspirasinya mengenai pembangunan drainase di Jalan Samadi Ilham, RT 17, yang dinilai perlu dimaksimalkan.
“Drainase dibangun cuman 100 meter. Jadi kami minta tambah, kalau bisa 400 meter atau ada tambahan 100 meter lagi secara bertahap, yang ada ini terlalu pendek,” ungkap Juhriansyah mewakili warganya.
Selain itu, kebersihan sungai juga menjadi sorotan. Warga mengeluhkan adanya sisa material proyek jembatan berupa batang cerucuk kayu peninggalan kontraktor yang tidak kunjung dibersihkan. Samosir menuturkan, bahwa kondisi tersebut sangat merugikan, bahkan menyebabkan warga mendapat nilai buruk saat mengikuti perlombaan lingkungan.
Menanggapi keluhan infrastruktur, Ahmad Yani dari UPT Pemeliharaan Sungai Dinas PUPR, menyambut baik penyampaian aspirasi tersebut.
“Kami akan berusaha melaksanakan apa yang diminta warga, tentu saja nanti kami akan memeriksa lokasinya dahulu, dan nanti kami coba usulkan apakah dilaksanakan tahun depan,” jelasnya kepada jurnalkalimantan.com.
Samosir pun menambahkan informasi yang didapatnya dari pihak PUPR, bahwa kelanjutan pembangunan drainase yang dikeluhkan kemungkinan dapat direalisasikan pada tahun 2026.

Solusi Kepesertaan BPJS yang Terhapus
Di sektor kesehatan, masyarakat mempertanyakan solusi bagi warga kurang mampu yang keanggotaan BPJS Kesehatannya terhapus. Samosir menegaskan bahwa masyarakat tidak perlu panik, karena RSUD Sultan Suriansyah tetap melayani warga miskin yang sakit.
“Selama ini yang kita lakukan adalah membantu masyarakat yang belum ada BPJS-nya atau yang BPJSnya ter-cancel. Mereka kita arahkan ke RSUD Sultan Suriansyah,” papar Samosir.
Ia mengarahkan agar warga tersebut mendaftar sebagai pasien umum terlebih dahulu, sementara pihak keluarga segera mengurus surat keterangan dan proses verifikasi di Dinas Sosial. Setelah data keluarga miskin tersebut diverifikasi oleh Dinsos, status mereka akan diubah kembali menjadi tanggungan pemerintah.
“Mudah-mudahan Dinas Sosial terus melakukan verifikasi. Kalau yang saya dapat minggu kemarin itu sudah 2.000 yang sudah terverifikasi, mudah-mudahan bertambah terus,” harap Samosir.
Menanti Kehadiran Dishub untuk Masalah Kabel
Pada hari pertama reses ini, beberapa persoalan warga belum sepenuhnya dapat dibedah secara tuntas. Samosir menyayangkan ketidakhadiran perwakilan Dinas Perhubungan, padahal banyak keluhan warga terkait kabel listrik yang semrawut.
“Hari ini saya sudah meminta staf kita untuk menyampaikan ke Sekretariat DPRD Banjarmasin, supaya Dinas Perhubungan besok bisa diundang untuk hadir, sehingga permasalahannya bisa kita sampaikan,” pungkas Samosir.
(Ian)














