JURNALKALIMANTAN.COM, BANJARMASIN – Tongkat kepemimpinan Universitas Lambung Mangkurat (ULM) segera beralih untuk mengawali periode 2026–2030. Dr. dr. Iwan Aflanie, Sp.F., S.H., M.Kes. terpilih sebagai rektor, setelah unggul dalam pemilihan yang digelar Senat.
Dalam pemungutan suara yang berlangsung satu putaran, Iwan meraih 59 suara. Perolehan tersebut mengungguli dua kandidat lainnya, yakni Prof. Ahmad dengan 32 suara dan Dr. Rusmansyah yang memperoleh satu suara.
Ketua Senat Prof. Lufti menjelaskan, proses pemilihan melibatkan 60 anggota. Selain suara senat, terdapat pula hak suara Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi yang memiliki bobot 35 persen atau setara 32 suara.
Menurut Prof. Lufti, seluruh suara yang tersedia digunakan dalam pemilihan. Tidak ada anggota senat yang memilih untuk tidak menggunakan hak suaranya.
“Akhirnya kita berhasil menyelesaikan pemilihannya,” katanya.
Prof. Lutfi memastikan proses pemilihan berlangsung kondusif tanpa persoalan, dan semua kandidat tetap menjaga komitmen untuk bersama-sama memajukan ULM.
“Baik yang menang maupun yang kalah sudah sama-sama legawa,” ujarnya.
Prof. Lufti mengatakan, berbagai gagasan yang disampaikan para kandidat selama tahapan pemilihan akan menjadi bahan untuk pengembangan ULM ke depan. Senat, lanjutnya, akan mendampingi rektor terpilih dalam menjalankan program-program yang telah disampaikan.
Sementara itu, Iwan langsung menyiapkan langkah awal setelah ditetapkan sebagai rektor terpilih. Ia pun berupaya menyatukan kembali seluruh elemen kampus setelah proses pemilihan berakhir.
“Langkah awal saya akan menjalin silaturahmi dan melakukan rekonsiliasi kepada segenap pihak di ULM,” tutur Iwan.
Ia menegaskan, membangun ULM bukan pekerjaan yang dapat dilakukan rektor seorang diri. Iwan menegaskan bahwa dukungan dan keterlibatan seluruh _civitas academica_ dibutuhkan, untuk merealisasikan berbagai program dan meningkatkan kualitas universitas.
Salah satu fokus yang akan dibawanya, adalah pembenahan tata kelola melalui penerapan _good university governance._
Iwan menyebut lima prinsip yang akan menjadi pijakan, yakni transparansi, akuntabilitas, responsibilitas, independensi, dan keadilan.
“Nanti akan kami pelajari dahulu hal-hal yang diperlukan,” tegasnya.
Hubungan dengan kandidat lain juga dipastikan tetap terjaga. Iwan menyebut sejak awal seluruh kandidat telah berkomitmen menjaga suasana kekeluargaan di lingkungan ULM.
“Baik saya, kemudian Prof. Ahmad, Pak Rusmansyah, kemudian juga Prof. Mutia Elma, itu dari awal memang kita tidak ada masalah dan selalu guyon aja, berteman aja. Bahkan sampai tadi masih guyon,” pungkasnya.
Iwan dijadwalkan dilantik pada 5 Oktober di Jakarta.
(Tius/Ahmad M)













