JURNALKALIMANTAN.COM, KALIMANTAN TIMUR – Gubernur Kalimantan Timur, Rudy Mas’ud, merespons kritik publik terkait pengadaan mobil dinas dengan mempercepat pembangunan infrastruktur konektivitas dan elektrifikasi desa di wilayah Kutai Timur.
“Kami terus berupaya menjawab kebutuhan dasar masyarakat melalui pemerataan infrastruktur, baik jembatan maupun akses listrik hingga ke pelosok, sebagai prioritas utama pembangunan daerah,” ujar Rudy saat meninjau program elektrifikasi di Sangatta, Kutai Timur, Kamis (27/2/2026).
Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur melalui Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) saat ini tengah melakukan percepatan elektrifikasi desa secara bertahap di seluruh kabupaten.
Berdasarkan data pemerintah, jumlah desa yang belum menikmati aliran listrik berhasil ditekan dari sebelumnya 110 desa menjadi 73 desa.
Selain sektor energi, pembangunan infrastruktur fisik juga ditandai dengan peresmian Jembatan Nibung yang menjadi akses vital bagi mobilitas warga dan distribusi komoditas lokal. Kehadiran jembatan tersebut diharapkan mampu memperlancar arus barang dan jasa di wilayah tersebut.
Pemprov Kaltim juga memberikan bantuan perluasan jaringan PLN untuk delapan desa di Kutai Timur yang tersebar di Kecamatan Kaubun, Kaliorang, Bengalon, hingga Karangan.
Total panjang jaringan listrik yang tengah dibangun mencapai 38,356 kilometer guna menjangkau masyarakat di daerah pelosok.
Tak hanya itu, pemerintah menyalurkan 404 unit Penerangan Jalan Umum Tenaga Surya (PJUTS) yang tersebar di 10 desa untuk meningkatkan keamanan dan kenyamanan warga pada malam hari.
Pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) APDAL sebanyak 225 unit turut difokuskan bagi warga di Desa Tanjung Mangkalihat dan Desa Long Poq Baru.
Langkah tersebut diharapkan mampu meningkatkan kualitas hidup masyarakat sekaligus mempercepat pertumbuhan ekonomi di wilayah terpencil Kalimantan Timur melalui sinergi pembangunan infrastruktur jembatan dan energi.
(Rls/Ang)














