JURNALKALIMANTAN.COM, BANJARMASIN – PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) mengadakan Onboarding Talenta Wirausaha BSI (TWB) di Universitas Lambung Mangkurat, Banjarmasin, Senin (20/3). Onboarding itu diisi dengan ekspo usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM), inspiring speech, dan talkshow.
Sesi speech menghadirkan para pimpinan BSI, Walikota Banjarmasin Ibnu Sina, dan pihak rektorat Universitas Lambung Mangkurat. Sementara, sesi talkshow “Muda Bertalenta, Muda Berwirausaha” menghadirkan Juara III Kategori Pemula TWB 2022 Ahdiat Zairullah, Pengusaha Muda yang juga Presma ULM 2021 Ahmad Rinaldi, Ketua Divisi Kerja Sama TDA Banjarmasin Arif Rahman, dan Area Manager BSI Banjarmasin Naning Salasatain.
RCEO BSI Region Kalimantan, Affan Mawardi menjelaskan, BSI telah mendapat respon dan kepercayaan. dari pasar maupun para pemangku kepentingan.
“Pada tahun lalu, aset kami sudah menembus Rp 300 triliun. Pada umur dua tahun, BSI sudah naik satu peringkat jadi top-5 bank di Indonesia,”terang Affan.
Dijelaskannya, BSI juga ingin menjadi entitas bisnis yang tidak sekadar meraup laba, tetapi juga memberi kontribusi pada bidang sosial dan sahabat spiritual.
“Saya berharap, acara Talenta Wirausaha BSI memberi dampak. Semuanya berasal dari small wins, menciptakan banyak wirausaha, khususnya dari Kota Banjarmasin maupun provinsi Kalimantan Selatan.”
Senior VP Business Retail BSI, Dedy Suryadi Darmawan menyampaikan, Talenta Wirausaha BSI ini adalah kompetisi, dengan proses panjang. Kita launching di Bulan Januari dan akan berakhir dengan penganugerahan di bulan Juli. Puncaknya, adalah pemberian penghargaan oleh Kementerian BUMN dan Kementerian Koperasi dan UKM. Dedy mengungkapkan, tahun lalu, salah satu juara TW BSI berasal juga dari Banjarmasin, yakni Ahdiat Zairullah, pemilik Oligarki Coffee.
“Sebagai salah satu juri tahun lalu, ada dua hal utama yang kami nilai yakni ide dan eksekusi. Karena kebiasaan berkumpul dan diskusi dapat menjadikan sebagai ide bisnis,” imbuh Dedy.
Walikota Banjarmasin, Ibnu Sina menyampaikan, “Apa yang dilakukan BSI adalah ‘gayung bersambut’ dengan program Pemkot Banjarmasin.
Pemkot banjarmasin mempunyai program yang melahirkan pengusaha baru berbasis UMKM dan ekonomi kreatif dan Banjarmasin diharapkan menjadi Kota Dagang dan Kota Jasa.
” Potensi Banjarmasin sebagai pintu gerbang ekonomi Kalimantan sangat terbuka,apalagi Kalimantan Selatan akan menyambut Ibukota Nusantara pada tahun 2024 mendatang. Pemerintah Kota Banjarmasin juga menyatakan siap berkolaborasi untuk mewujudkan lahirnya wirausaha baru,”jelasnya.
Wakil Rektor III Universitas Lambung Mangkurat, Dr. Rusmin Nuryadin menyambut baik kehadiran talenta wirausaha BSI.
“Kami menyambut baik Kehadiran Talenta Wirausaha BSI, apalagi sekarang ini banyak sekali kegiatan kewirausahaan, paling tidak harus ada juga wirausaha mahasiswa dan kami siap untuk bersama-sama mengawal wirausaha,”tuturnya.
Pada sesi Onboarding di kota-kota sebelumnya, Komisaris Independen BSI M. Arief Rosyid Hasan menyampaikan, sejarah Indonesia dan sejarah Islam memiliki kesamaan, yakni digerakkan oleh anak muda. Begitupun dengan sejarah ekonomi, juga digerakkan oleh pemuda, mulai dari Syarikat Islam, Nahdlatul Tujjar, dan sebagainya.
“Talenta Wirausaha BSI ini menjadi sangat berarti. Kenapa BSI di usia yang masih sangat muda memiliki komitmen, pertama, mendorong anak muda, kedua mengembangkan semangat pedagang atau kewirausahaan.”
Arief juga mengungkapkan, seluruh pihak harus bekerja sama untuk menaikkan persentase wirausaha di Indonesia.
“Oleh karena itu, BSI melalui program TWB ini mendukung upaya peningkatan jumlah wirausaha tersebut. Selain di lingkungan civitas akademika seperti di ITB ini, kami juga masuk ke masjid dan pesantren-pesantren untuk mencari bibit-bibit MuslimPreneur,” jelas Arief.
Pada tahun kedua pelaksanaannya, TWB mengundang calon wirausaha dan wirausaha eksisting untuk empat kategori, yakni kategori Pemula, kategori Rintisan, kategori Berdaya, dan kategori Santri. Melalui keempat kategori ini diharapkan BSI dapat memfasilitasi para wirausaha untuk beradu ide sesuai dengan segmentasi usaha.
Tahun ini, BSI menargetkan 7.500 orang mengikuti TWB 2023 dengan menyasar kota – kota besar yakni Mataram, Jakarta, Bandung, Yogyakarta, Semarang, Banten, Depok, Malang, Jombang, Surabaya, Medan, Palembang, Padang, Samarinda, dan Banjarmasin. Kota-kota ini dipilih mengingat potensi industri kreatif yang besar dan minat program ini pada tahun sebelumnya.
Wali Kota Banjarmasin sempat menyampaikan, dengan posisi strategis kota ini, dan jumlah penduduk yang mencapai 700 ribu, Banjarmasin memiliki potensi pasar yang menggairahkan. Hal ini ditangkap pula dalam sesi talkshow “Muda Bertalenta, Muda Berwirausaha” yang menjadi bagian dari Onboarding Talenta Wirausaha BSI di Kota Banjarmasin.
Ahmad Rinaldi, pengusaha muda yang merupakan pemilik studio foto dan penyelenggara acara-acara kreatif berbagi, “Saya mendapat inspirasi dari media sosial. Saya membuat self-studio pertama di Banjarmasin. Ide usaha ini dari TikTok, melihat kawula muda yang suka foto di self-studio. Daripada menunggu trend-nya, kita bikin sendiri aja.
“Saat ini di Banjarmasin telah ada perkumpulan pekerja-pekerja kreatif yang seringkali berkolaborasi untuk mengadakan konser maupun acara lain di bidang kreatif,”bebernya.
Ketua Divisi Kerja Sama TDA 7.0 Banjarmasin Arif Rahman juga ikut urun rembuk. Komunitas Tangan Di Atas (TDA) adalah kumpulan pengusaha, dan telah menjadi komunitas wirausaha terbesar di Indonesia yang tersebar di 61 daerah, 15 wilayah, dan lima negara.
Roadshow Onboarding Terakhir, Wali Kota Banjarmasin Sambut Baik Inisiatif Talenta Wirausaha BSI
“Yang tak kalah penting dari program seperti TWB ini adalah kesempatan untuk berjejaring. Komunitas sangat penting, karena dengan kita berkumpul, kita bisa belajar dari yang lebih berpengalaman, lika-liku berwirausaha, dan sebagainya,”katanya.
Kemudian, pemilik Oligarki Coffee, yang juga Juara III TWB 2022 Kategori Pemula, Ahdiat Zairullah, berbagi pandangan, salah satunya kendala dari anak-anak muda yang punya ide tapi tidak memiliki modal.
“Ketika teman-teman tidak punya modal, tapi punya ide, maka kita berada di fase yang sama. Apa yang saya lakukan? Membagi proposal bisnis saya ke rekan-rekan saya. Selain itu, jika kita memiliki ide bisnis dan kita ingin pinjam ke bank, bisa saja tidak memiliki capital atau modal, tetapi harus memiliki character dan integritas,” ungkap Ahdiat.
Area Manager BSI Banjarmasin Naning Salasatain juga mendorong semangat dan kepercayaan diri anak-anak muda di Banjarmasin.
“Kita di BSI ingin mendorong adik-adik sekalian, kalian ada di dalam usia krusial. Peserta Talenta Wirausaha akan kita bimbing, kita hadirkan praktisi dan ekspert, sehingga kalian punya bayangan, di mana poin kritisnya dan bagaimana menyelesaikannya, tutupnya.
(YUNN)














