JURNALKALIMANTAN.COM, BANJARMASIN – Anggota Komisi III DPRD Kalimantan Selatan, Rosehan NB, menegaskan secara pribadi dirinya sejalan dengan aspirasi mahasiswa yang menolak pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) melalui DPRD dan tetap menginginkan Pilkada dilaksanakan secara langsung oleh masyarakat.
“Meskipun Pilkada langsung membutuhkan biaya yang besar, mekanisme pengawasan yang ketat dapat menjaga kualitas demokrasi,” ujar Rosehan NB di Banjarmasin, ketika di konfirmasi melalui WhatsApp, Jum’at kemarin (16/1/2026).
Ia menambahkan, Pilkada langsung memang memerlukan anggaran yang tidak sedikit. Namun, dengan pengawasan dari Komisi Pemilihan Umum (KPU), Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu), serta aparat penegak hukum, pelaksanaannya tetap dapat berjalan secara demokratis.
“Tidak ada jaminan juga bahwa Pilkada melalui DPRD sepenuhnya terbebas dari praktik politik uang,” tegas politisi Fraksi PDI Perjuangan tersebut.
Sehari sebelumnya, Rosehan NB menerima aspirasi dari Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) se-Kalimantan Selatan di Gedung DPRD Kalsel, Kamis (15/1/2026).
Aspirasi tersebut berkaitan dengan isu nasional mengenai dinamika penyelenggaraan Pilkada yang saat ini menjadi perhatian publik dan ramai diperbincangkan di berbagai media.
Menurut Rosehan, para mahasiswa meminta agar aspirasi tersebut dapat disampaikan langsung kepada pimpinan DPRD Kalsel. Oleh karena itu, ia belum dapat mengambil keputusan lebih lanjut sebelum pertemuan dengan pimpinan DPRD terealisasi.
“Adik-adik mahasiswa meminta bertemu langsung dengan pimpinan DPRD. Karena itu, saya belum bisa mengambil sikap lebih jauh. Namun, saya sangat menghargai aspirasi yang mereka sampaikan, khususnya terkait tuntutan mengenai Pilkada,” ujarnya.
Terkait jalannya penyampaian aspirasi, Rosehan juga mengapresiasi peran aparat kepolisian, Satpol PP, serta rekan-rekan media dalam menjaga situasi tetap aman dan kondusif. Ia mengakui sempat terjadi ketegangan di awal kegiatan, namun kondisi dapat diredam melalui komunikasi yang baik.
“Saya mengucapkan terima kasih kepada aparat kepolisian, Satpol PP, dan rekan-rekan media. Walaupun awalnya sempat kurang kondusif, setelah dilakukan komunikasi dan pertemuan, situasi dapat berjalan tertib dan kondusif,” pungkasnya.(YUN)















