Sembilan Puluh Delapan Guru Penggerak Baru di Banjarmasin Tampilkan Hasil Belajar, Wali Kota: Prioritas Jadi Kepala Sekolah

Wali Kota bersama Kadisdik Banjarmasin dan Kepala Balai Guru Penggetak Kalsel saat mencoba hasil karya

JURNALKALIMANTAN.COM, BANJARMASIN – Setelah mengikuti program pendidikan guru penggerak selama 6 bulan, 98 guru di Kota Banjarmasin menampilkan hasil belajar dan karya mereka, yang dirangkai dalam kegiatan Festival Panen Hasil Belajar.

Kegiatan rangkaian lokakarya 7 para guru penggerak baru ini, dibuka Wali Kota Ibnu Sina, berlangsung pada salah satu hotel di Banjarmasin, Sabtu (27/4/24).

[feed_them_social cpt_id=59908]

Menurutnya, guru penggerak ini menjadi harapan peningkatan kualitas pendidikan, terlebih kualitas mereka dinilai lebih baik dari guru yang belum mengikuti program tersebut.

“Ini tidak mudah, selama 6 bulan mereka dilatih, setelah menjadi guru penggerak, pasti mereka berbeda dari guru biasa,” ungkap Ibnu.

Selain itu, mereka yang mengikuti program ini juga menjadi prioritas untuk ditunjuk menjadi kepala sekolah.

“Sesuai dengan Peraturan Mendikbud, guru penggerak ini diprioritaskan menjadi kepala sekolah, dan ini masih kurang, karena masih ada kepala sekolah kita yang bukan dari guru penggerak,” jelas Ibnu.

Pada kesempatan ini, Wali Kota juga melihat langsung berbagai hasil karya para guru penggerak, hingga mengapresiasi berbagai inovasi dan kreasi yang ditampilkan.

“Banyak ya, mulai dari yang mengangkat lingkungan, robotik, kecerdasan buatan, hingga berbagai metode pembelajaran,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Balai Guru Penggerak Provinsi Kalimantan Selatan Abdul Kamil Marisi menjelaskan, Lokakarya ke 7 ini merupakan tahapan terakhir dalam program pendidikan guru penggerak yang disebut panen hasil belajar.

“Lokakarya 1 sampai 6, mereka merefleksi hasil pembelajaran dan mengimplementasikanya di dalam kelas. sedangkan yang ke-7 ini, mereka menyatukan seluruh kemampuan mereka, merupakan hasil praktik mereka untuk dijadikan sebuah produk. Jadi, mereka menampilkan hasil karya mereka hari ini,” jelasnya.

Ia juga menyebutkan, program pendidikan guru penggerak angkatan ke-9 ini menjadi yang terbanyak dalam segi jumlah.

“Ini termasuk terbanyak ya. Semoga mereka menjadi guru terbaik bagi semua siswa dan siswinya, itu harus tentunya, walau mereka telah mendapat SIM istilahnya untuk menjadi kepala sekolah, itu hanya sisi lain,” pungkas Wali Kota.

[feed_them_social cpt_id=57496]