Seorang Buruh Bangunan Tewas Tertimpa Runtuhan, Diduga Kecelakaan Kerja di Kayu Tangi II

Tim BPBD Banjarmasin saat melakukan evakuasi korban

JURNALKALIMANTAN.COM, BANJARMASIN – Berdasarkan informasi yang dihimpun, pria tersebut bernama Salman (45), warga Pelambuan, Kecamatan Banjarmasin Barat. Ia tewas diduga karena tertimpa bangunan di Jalan Kayu Tangi II Jalur 7 RT 20 Kelurahan Pangeran, Kecamatan Banjarmasin Utara, sekira pukul 14.30 Wita, Senin (22/7).

Komandan Regu Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kota Banjarmasin Andi mengatakan, pihaknya mendapat informasi dari warga kalau ada kejadian di lokasi tersebut.

“Korban itu tertindih runtuhan bangunan dengan kondisi luka parah dan sudah meninggal dunia,” ujarnya di lokasi kejadian.

Lebih lanjut, ungkap Andi, proses evakuasi memakan waktu sekitar 30 menit.

“Kita sempat terkendala saat proses evakuasi, karena posisi jasad korban tertindih kerangka besi, sehingga evakuasinya cukup memakan waktu,” jelasnya.

Andi menuturkan, bangunan itu merupakan bangunan lama yang ingin direnovasi.

“Ini bangunan milik pribadi yang rencananya akan direnovasi,” tuturnya.

Sementara itu menurut penuturan saksi, Indra (35), saat itu dirinya bersama dengan korban dan seorang lagi rekan kerjanya sedang ingin merenovasi bangunan tersebut.

“Kami sedang mendongkrak di bagian atas bangunan tersebut, lalu karena saya kecapean, saya pun istirahat, sementara korban masih bekerja, dan tiba-tiba bangunan tersebut ambruk,” tuturnya.

Melihat bangunan tersebut mulai ambruk, Indra yang saat itu berada di pinggiran bangunan pun langsung melompat ke tanah untuk menyelamatkan diri.

“Sementara untuk korban tidak sempat menyelamatkan diri dan langsung tertindih reruntuhan. Telat sedikit saja, saya juga pasti tertindih bangunan tersebut,” sambungnya.

Lebih lanjut, kata Indra, usai bangunan tersebut ambruk, korban sempat berteriak minta tolong. Mendengar hal tersebut, Indra langsung mengambil godam dan memukul bangunan tersebut.

“Niatnya saya ingin membantu korban, namun tak lama kemudian ternyata korban sudah meninggal dunia,” katanya.

Selanjutnya, jasad korban dievakuasi ke ruang Instalasi Pemulasaran Jenazah RSUD Ulin guna menjalani pemeriksaan.

(Adt)