Sering Dilepasliarkan, Vaksinasi Kerbau di Batola Terkendala

JURNALKALIMANTAN.COM, BARITO KUALA – Dinas Perkebunan dan Peternakan (Disbunak) Kabupaten Barito Kuala (Batola) terus lakukan vaksinasi hewan ternak, untuk antisipasi pencegahan penularan virus Penyakit Mulut dan Kuku (PMK).

Kepala Disbunak melalui Kabid Kesehatan Hewan Heny Diah Istiningsih, S.Pt. menyampaikan, program ini juga dilakukan sebelum masuk ke Batola, seperti harus mempunyai persyaratan yang sudah ditetapkan dan harus divaksin.

“Saat ini alhamdulillah tidak ditemukan penyakit menular pada hewan ternak,” ungkapnya kepada awak media di ruang kerjanya, Jumat (09/12/2022).

Adapun kendala vaksinasi, dijelaskan Henny, banyak terjadi di kerbau, terlebih di Desa Tabatan Kecamatan Kuripan, karena sering dilepasliarkan.

“Sebagian yang sudah divaksin seperti daerah Rimbun Tulang,” tambahnya.

Henny juga menuturkan, hewan babi berdasarkan hasil lab, banyak mati disebabkan flu babi yang sampai sekarang belum ada obatnya, hanya bisa dilakukan pencegahan, penyemprotan, dan tindakan lainnya.

Sedangkan total hewan yang telah divaksin sudah hampir 2.000, dari data kurang lebih 3.000 ekor hewan ternak.

Disinggung untuk ternak ayam yang ada di Batola, sampai saat ini pihaknya belum mengetahui data ternak ayam.

“Sudah sering menyampaikan surat ke perusahaan, tapi tidak ada tanggapan untuk memberikan data. Padahal dari segi lingkungan dan dampaknya ada juga, mungkin karena dari perusahaan ada SOP sendiri dan bisa menangani sendiri secara teknikal,” jelas Kabid.

Walaupun menurutnya, perlu ada laporan ke pihak pemerintah agar mengetahui seberapa besar ternak di Batola.

“Disbunak hanya ingin mengetahui jumlah ternak ayam yang ada di Batola, dan yang bermitra dengan perusahaan ada berapa petani ternak ayam,” pungkasnya.

(Alibana)