Stok Aman, Harga Terkendali! Kalsel Surplus Daging & Telur, Siap Suplai Kalteng–Kaltim

Kepala Disbunak Kalsel bersama jajaranya saat meninjau langsung Kandang Sapi Komunal Kelompok Ternak di Kabupaten Tabalong. (Foto : Ist)

JURNALKALIMANTAN.COM, BANJARBARU – Dinas Perkebunan dan Peternakan Provinsi Kalimantan Selatan (Disbunnak) memastikan ketersediaan daging sapi, daging ayam ras, dan telur ayam ras di Kalimantan Selatan dalam kondisi aman dengan harga relatif stabil.

Kepala Disbunnak Kalsel, Suparmi, menegaskan bahwa pemerintah provinsi terus melakukan pengendalian dan pengawasan menyeluruh guna menjaga pasokan serta keterjangkauan harga komoditas strategis tersebut.

[feed_them_social cpt_id=59908]

“Kami pastikan ketersediaan daging sapi, daging ayam ras, dan telur ayam ras di Kalimantan Selatan aman. Harga juga relatif stabil karena produksi daerah kita mencukupi, bahkan surplus,” ujar Suparmi di Banjarbaru, Senin (23/2/2026).

Pengawasan Ketat dari Hulu ke Hilir Untuk menjaga stabilitas pasokan dan harga, Disbunnak melakukan berbagai langkah strategis, antara lain:
Monitoring dan pengawasan ke Rumah Potong Hewan Unggas (RPHU), cold storage, dan Rumah Potong Hewan (RPH) pemerintah maupun swasta.

Pengawasan di tingkat hulu ke peternakan rakyat/mandiri serta industri peternakan unggas dan sapi.
Koordinasi dengan Perhimpunan Insan Perunggasan Rakyat Indonesia (Pinsar) Kalimantan Selatan, industri breeder, serta industri pakan. Rapat koordinasi lintas instansi tingkat provinsi dan kabupaten/kota.

“Pengawasan kami lakukan menyeluruh, mulai dari peternakan hingga distribusi. Kami juga terus berkoordinasi dengan asosiasi dan pelaku usaha untuk memastikan produksi tetap terjaga dan distribusi berjalan lancar,” tambahnya.

Data Produksi 2025: Surplus Signifikan Sebagai daerah surplus ayam pedaging dan petelur, pada 2025 populasi ayam pedaging di Kalsel mencapai 100.913.597 ekor dengan produksi daging sebesar 123.330.490 kilogram.

Kebutuhan daging ayam broiler di Kalsel tercatat 52.649.028 kilogram atau sekitar 43 persen dari total produksi, dengan tingkat konsumsi 18,73 kilogram per kapita per tahun.

Sementara itu, populasi ayam petelur (layer) mencapai 7.694.933 ekor dengan produksi telur sebesar 114.010.250 kilogram. Produksi daging dari ayam layer turut menyumbang 5.078.660 kilogram.

Kebutuhan telur ayam ras layer sebesar 50.001.385 kilogram atau 44 persen dari total produksi, dengan konsumsi 27,28 kilogram per kapita per tahun.

“Pasokan daging ayam ras dan telur di Kalimantan Selatan bukan hanya aman, tetapi juga surplus sehingga mampu menyuplai provinsi tetangga seperti Kalimantan Tengah dan Kalimantan Timur,” jelas Suparmi.

Ketersediaan DOC Terjamin Untuk menjaga kesinambungan produksi, Disbunnak memastikan ketersediaan bibit atau Day Old Chicken (DOC) melalui tujuh industri perbibitan di Kalsel.

Pada Januari 2026, produksi DOC broiler mencapai 8.213.300 ekor. Dari jumlah tersebut, 6.907.898 ekor (84 persen) didistribusikan di Kalsel, 869.358 ekor ke Kalimantan Tengah, dan 436.044 ekor ke Kalimantan Timur.

Sementara produksi DOC layer mencapai 127.500 ekor dan seluruhnya dialokasikan untuk memenuhi kebutuhan Kalsel.

“Ketersediaan DOC menjadi faktor penting dalam menjaga kesinambungan produksi. Dengan dukungan industri perbibitan lokal, kami optimistis pasokan daging dan telur tetap terjaga sepanjang tahun,” pungkasnya.

(Adv/MC Kalsel)

[feed_them_social cpt_id=57496]