Tahun Ini Bakeuda Kalsel Maksimalkan Pajak Air Permukaan

Bakeuda Kalsel
Kepala Bakeuda Kalsel, Agus Dyan Nur (tengah) memberikan arahan saat rapat bersama UPTD Samsat kabupaten Kota se Kalsel

JURNALKALIMANTAN.COM, BANJARMASIN Guna menggali potensi pendapatan di sektor Pajak Air Permukaan (PAP), Badan Keuangan Daerah (Bakeuda) Kalimantan Selatan (Kalsel) melaksanakan rapat bersama seluruh Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Samsat kabupaten/kota se-Kalsel, Sabtu (27/02/2021), di Aula Kantor Samsat II Banjarmasin.

Kepala Bakeuda Kalsel, Agus Dyan Nur mengatakan, selama ini potensi PAP belum tergali maksimal, karena belum terdata sepenuhnya perusahaan mana saja yang memanfaatkan air permukaan.

[feed_them_social cpt_id=59908]

“Kita harapkan nantinya dapat meningkatkan pendapatan di sektor PAP ini,” tuturnya kepada jurnalkalimantan.com, seusai rapat.

Diakuinya selama ini, untuk pendapatan dari PAP belum ada peningkatan, karena fokus pada Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) dan Biaya Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB) saja.

“Untuk itu di tahun ini, kita mencoba menggali potensi pendapatan pada sektor PAP,” kata Agus.

“Pajak air tanah milik kabupaten/kota, sedangkan pajak air permukaan milik provinsi,” sambung Agus.

Nantinya pihak Bakeuda akan berkoordinasi dengan Dinas Perizinan yang sudah mengeluarkan izin air permukaan, untuk mempermudah di lapangan.

“Saat ini kita sedang mendata perusahaan-perusahaan yang memanfaatkan air permukaan, dan dari ini nantinya diharapkan bisa meningkatkan pendapatan asli daerah,” kata Agus.

Dengan ini nantinya, masing-masing UPTD bisa menggali potensi dan melihat subjek pajak di daerahnya, terkait berapa jumlah perusahaan yang memanfaatkan air permukaan.

“Saya minta di akhir bulan Maret ini sudah ada pendataan pajaknya,” kata Agus.

“Ini baru pendataan pajak-pajak yang selama ini ada beberapa nama perusahaan, namun tidak maksimal dan kita coba untuk maksimalkan. Kita yakin banyak perusahaan yang memanfaatkan air permukaan,” sambung Agus.

Menurut Agus, PAP ini memang merupakan pajak daerah yang harus dimaksimalkan. 

“Dan tahun lalu target kita memang pada perusahaan itu-itu saja, sementara masih banyak perusahaan-perusahaan lainnya,” pungkasnya.

Editor : Ahmad MT

[feed_them_social cpt_id=57496]