Tak Hanya Normalisasi Sungai, Yamin Tekankan Ketertiban Tata Ruang di Banjarmasin

Wali Kota Banjarmasin saat menijau gotong royong. (Foto : Ist)

JURNALKALIMANTAN.COM, BANJARMASIN – Penataan ruang dan kepatuhan terhadap fungsi sungai, menjadi salah satu perhatian utama Wali Kota Banjarmasin H. Muhammad Yamin HR, saat meninjau sejumlah titik rawan genangan di Kecamatan Banjarmasin Selatan, Selasa (20/1/2026).

Kegiatan tersebut merupakan tindak lanjut atas laporan masyarakat terkait genangan air yang kerap bertahan lama, di kawasan Kelurahan Pemurus Dalam hingga Tanjung Pagar.

[feed_them_social cpt_id=59908]

Salah satu lokasi yang disorot adalah Sungai Peradapan di kawasan Tatah Belayung. Dari hasil peninjauan, ditemukan sejumlah faktor yang memengaruhi lambatnya surut genangan, mulai dari pendangkalan sungai, penyempitan alur akibat jembatan, hingga tidak berfungsinya pintu air di bagian hilir sungai.

“Informasi dari Pak RT tadi kedalaman sungai ada di 2–3 meter, di sisi lain, kondisi jembatan _eksistingnya_ itu menyempit menyisakan sekitar 1,5 meter saja lagi dari lebar sungai (4–5 meter, red). Ini jelas memengaruhi lajunya air di Sungai Peradapan,” ungkap Yamin.

Kondisi tersebut dinilai menghambat kelancaran aliran air, terlebih saat debit sungai meningkat.

Selain persoalan teknis, Yamin juga menyoroti keberadaan bangunan di bantaran sungai yang dinilai mengurangi fungsi alami sungai sebagai saluran drainase kota.

Ia menegaskan, ke depan tidak boleh lagi ada pembangunan yang membelakangi sungai, khususnya pada kawasan perumahan baru.

“Kalau sungai terus terhimpit bangunan, fungsinya akan hilang. Sungai harus diperlakukan sebagai urat nadi kota, bukan sekadar halaman belakang,” tegas Yamin.

Dalam peninjauan tersebut, Wali Kota juga mengapresiasi peran aktif warga dan tokoh masyarakat yang bergotong royong membersihkan sungai.

Menurutnya, keberhasilan pengendalian genangan tidak hanya bergantung pada intervensi pemerintah, tetapi juga kesadaran kolektif masyarakat dalam menjaga kebersihan dan fungsi sungai.

Yamin menambahkan, Pemkot segera melakukan evaluasi terhadap pintu air di ujung Sungai Peradapan yang telah lama tidak difungsikan.

Revitalisasi pintu air dinilai penting untuk mengatur aliran air secara optimal sesuai kondisi pasang dan debit sungai.

Ia pun mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjadikan sungai sebagai bagian penting dari tata kehidupan kota, baik dari sisi lingkungan, tata ruang, maupun budaya gotong royong.

(Ih/Ahmad M)

[feed_them_social cpt_id=57496]