Tangani Banjir, Pemkot Banjarmasin Fokus Mitigasi dan Normalisasi Sungai

Wali Kota Banjarmasin saat meninjau langsung pengerukan sungai di Belitung, Kamis (8/1/26). (Foto: Ist)

JURNALKALIMANTAN.COM,BANJARMASIN – Wali Kota Banjarmasin H. Muhammad Yamin HR, yang diwakili Sekretaris Daerah Kota Banjarmasin, Ikhsan Budiman, menghadiri kegiatan urun rembuk membahas persoalan banjir yang tengah melanda Kota Banjarmasin, di Masjid Al-Furqan, Jalan Bumi Mas, Kamis (15/1).

Kegiatan ini turut dihadiri Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Kota Banjarmasin, Suri Sudarmadiyah; Kepala Bidang Sungai Dinas PUPR, Syafiq Huwaida; serta sejumlah undangan terkait lainnya.

[feed_them_social cpt_id=59908]

Dalam kesempatan tersebut, Ikhsan Budiman menyampaikan pesan Wali Kota Banjarmasin terkait langkah penanganan banjir. Ia menegaskan, Pemerintah Kota Banjarmasin saat ini fokus melakukan upaya mitigasi jangka pendek guna meredakan dampak banjir yang terjadi.

“Untuk sementara, Pak Wali Kota memobilisasi alat berat guna membersihkan sungai-sungai yang mengalami penyumbatan. Ini merupakan langkah penanganan jangka pendek,” ujar Ikhsan.

Selain itu, ia menyampaikan bahwa pemerintah pusat bersama pemerintah daerah tengah mendorong percepatan pembangunan Bendungan Riam Kiwa di Kabupaten Banjar sebagai solusi jangka panjang pengendalian banjir di wilayah hilir, termasuk Kota Banjarmasin dan sekitarnya.

“Kemarin Pak Wali Kota juga telah menyampaikan aspirasi dalam rapat dengan sejumlah pihak terkait percepatan pembangunan Bendungan Riam Kiwa. Bendungan ini nantinya berfungsi menahan dan mengatur aliran air dari hulu Sungai Martapura, sehingga debit air dapat dikendalikan dengan lebih baik saat musim hujan,” jelasnya.

Ikhsan berharap kejadian banjir tidak terus berulang setiap awal tahun. Ke depan, Pemerintah Kota Banjarmasin akan memetakan titik-titik sungai bermasalah serta mempercepat upaya normalisasi dan pembersihan alur sungai.

“Sesuai arahan Pak Wali Kota, perbaikan drainase dan pengerukan sungai akan dilakukan setelah musim hujan berakhir atau saat musim kemarau, agar pekerjaan tidak terkendala oleh tingginya debit air dan intensitas hujan,” pungkasnya.

(Hik/Ang)

[feed_them_social cpt_id=57496]