Tangani Permasalahan Penampungan, UPT TPA Tabing Rimbah Harapkan Sel Sampah Baru 

UPT TPA Tabing Rimbah

JURNALKALIMANTAN.COM, BARITO KUALA – Seiring terus bertambahnya volume sampah di Kabupaten Barito Kuala (Batola), membuat Tempat Pembuangan Akhir di Desa Tabing Rimbah Kecamatan Mandastana, sudah kurang ideal. 

Pasalnya, TPA dengan luasan kekitar 80 × 60 meter persegi tersebut, sudah mencapai ketinggian tumpukan sekitar 12 meter, dan maksimal tumpukan mencapai 15 meter.

Kepala UPT TPA Tabing Rimbah, Supardi menyampaikan, untuk mengatasi hampir penuhnya TPA, pihaknya akan melakukan pengangkutan sampah ke TPA Regional Banjarbakula di Kota Banjarbaru, yang direncanakan empat truk per hari, dengan muatan rata-rata empat ton. 

“Targetnya itu, bakal mengurangi sampah sekitar 16 ton per hari, yang rencananya kita mulai dalam waktu dekat,” ungkapnya saat ditemui di TPA, Sabtu (21/5/2022). 

Adapun produksi sampah yang dikelola di Kabupaten Batola per hari mencapai 27 hingga 30 ton, yang berasal dari 12 kecamatan. 

“Saat ini rutinitas kita angkut dari 12 kecamatan, terbanyak berasal dari Kecamatan Alalak, sekitar 15 hingga 17 ton per hari, karena memang penduduknya padat,” tambah Supardi. 

Adapun terkait kapasitas yang sudah kurang ideal, ia berharap adanya perluasan kapasitas sel baru, untuk mengimbangi pertumbuhan penduduk yang terus berkembang. 

“Sebelumnya sudah ada koordinasi dengan Balai Personal Wilayah ke Kementerian Pekerjaan Umum sejak tahun 2017 untuk perluasan sel TPA,  dan terakhir tahun 2020 disurvei dari kementerian dengan konsultan dari Bandung, namun sampai sekarang belum terealisasi,” tambahnya. 

Supardi juga berharap, setiap pengembang perumahan bisa ikut membantu menyediakan tempat persampahan yang mudah diangkut, agar sampah tidak berhambur di pinggir jalan. 

“Dangan hal itu diharapkan dapat membantu, karena kita juga kekurangan dari segi personel,” pungkasnya.

(Alibana)