JURNALKALIMANTAN.COM,BANJARMASIN – Mendekati malam pergantian tahun 2025, Pemerintah Kota Banjarmasin menegaskan komitmennya menghadirkan suasana kota yang aman dan kondusif melalui langkah-langkah preventif.
Wali Kota Banjarmasin H. Muhammad Yamin HR turun langsung memantau kesiapan posko pengamanan di sejumlah titik strategis, Selasa (30/12) malam.
Pemantauan dilakukan bersama unsur Forkopimda dan SKPD terkait dengan menyasar Pos Pelabuhan Trisakti, Posko Induk Duta Mall, serta Posko Kilometer 6 Banjarmasin.
Kehadiran langsung pimpinan daerah ini menjadi bentuk kesiapan pemerintah dalam mengantisipasi potensi gangguan keamanan jelang malam pergantian tahun.
Dalam kesempatan tersebut, Wali Kota Yamin mengimbau masyarakat untuk bersama-sama menjaga ketertiban dan keamanan. Ia secara tegas melarang penggunaan kembang api karena dinilai berisiko dan berpotensi menimbulkan musibah.
“Kami menginstruksikan agar warga tidak menyalakan kembang api. Risikonya besar dan bisa membahayakan. Jangan sampai momen kegembiraan berubah menjadi musibah, seperti kebakaran,” tegasnya.
Menariknya, di sela kunjungan ke Pos Pelabuhan Trisakti, Wali Kota Yamin juga menyempatkan diri bercengkrama dengan para jemaah yang hendak kembali ke daerah asal setelah mengikuti peringatan 5 Rajab di Sekumpul.
Ia pun mengapresiasi fasilitas yang disediakan KSOP Banjarmasin yang dinilai mampu memberikan kenyamanan bagi penumpang, khususnya jemaah dari luar daerah seperti Jambi, Palembang, dan Pontianak.
“Alhamdulillah, para penumpang merasa terlayani dengan baik dan nyaman selama transit di Banjarmasin. Kami titipkan doa agar seluruhnya selamat sampai tujuan,” ujarnya.
Untuk menjaga stabilitas kota, Pemkot Banjarmasin menyiagakan personel gabungan dari TNI, Polri, Dishub, dan Satpol PP di berbagai titik keramaian.
Selain itu, masyarakat juga diimbau agar membatasi aktivitas di luar rumah jika tidak ada kepentingan mendesak.
“Jika tidak ada urusan yang sangat penting, kami harap masyarakat dapat beraktivitas di rumah saja bersama keluarga,” pungkas Yamin.
Langkah ini diharapkan mampu menggeser budaya perayaan malam tahun baru dari aktivitas hura-hura menjadi perayaan yang lebih aman, sederhana, serta berorientasi pada kebersamaan dan keselamatan keluarga.
(Hik/Ang)














