JURNALKALIMANTAN.COM, NUSA TENGGARA BARAT – Harapan besar Kalimantan Selatan (Kalsel) untuk menembus tiga besar dalam ajang Festival Olahraga Masyarakat Nasional (Fornas) VIII 2025 yang digelar di Nusa Tenggara Barat belum tercapai.
Meski mengirim kontingen terbanyak sepanjang sejarah keikutsertaannya, Komite Olahraga Masyarakat Indonesia (KORMI) Kalsel harus puas menempati peringkat ke-6 dalam klasemen akhir perolehan medali nasional.
Berdasarkan data resmi yang dirilis akun Fornas VIII NTB 2025, KORMI Kalsel mengumpulkan total 162 medali, terdiri dari 61 emas, 44 perak, dan 57 perunggu.
Raihan ini masih jauh dari target tiga besar yang dicanangkan oleh Ketua KORMI Kalsel, Muhammad Syarifuddin, yang juga menjabat sebagai Sekretaris Daerah Provinsi Kalsel.
“Target kami adalah bisa masuk tiga besar dan mengharumkan nama Kalimantan Selatan di tingkat nasional,” ujar Syarifuddin saat mengikuti acara Gowes Bersama di Banjarbaru, Ahad (3/8/2025).
Tahun ini, KORMI Kalsel memberangkatkan 742 orang yang terdiri dari pegiat, penggiat, dan ofisial dari 58 Induk Organisasi (Inorga). Jumlah ini jauh meningkat dibandingkan Fornas sebelumnya yang hanya mengirim sekitar 280 peserta.
Dukungan penuh dari Pemerintah Provinsi Kalsel, kabupaten/kota, sponsor, dan pihak swasta menumbuhkan optimisme akan prestasi yang lebih tinggi.
Wakil Gubernur Kalsel, Hasnuryadi Sulaiman, turut memberi dukungan langsung dalam pelepasan kontingen. Ia menegaskan bahwa komitmen pemerintah tidak hanya dari sisi anggaran, tetapi juga secara moril untuk mengangkat nama daerah di kancah nasional.
“Target kita jelas, tiga besar nasional. Kita ingin menunjukkan bahwa olahraga masyarakat di Kalsel hidup dan berkembang,” tegas Hasnuryadi.
Namun, dominasi tetap dipegang oleh provinsi-provinsi besar seperti, Jawa Barat (99 emas), Jawa Timur (93 emas) dan DKI Jakarta (90 emas), yang masing-masing menempati posisi tiga besar.
Sementara Kalimantan Timur (76 emas) dan Jawa Tengah (66 emas) juga unggul tipis di atas Kalsel.
Capaian ini menjadi bahan evaluasi penting bagi KORMI Kalsel, terutama dalam hal pembinaan olahraga masyarakat secara berkelanjutan dan lebih fokus.
Mengingat besarnya jumlah kontingen, publik tentu berharap hasil yang lebih maksimal.
Meski belum memenuhi target, partisipasi besar Kalsel di Fornas VIII patut diapresiasi. Salah satu penggiat olahraga tradisional Kalsel menilai kegagalan ini bukan akhir segalanya.
“Kita harus terus mendorong semangat olahraga masyarakat. Ini justru jadi titik awal evaluasi agar ke depan pembinaan bisa lebih terarah,” ujarnya saat penutupan Fornas di NTB.
KORMI Kalsel diharapkan mampu bangkit dan menyiapkan strategi yang lebih matang untuk Fornas berikutnya, demi mengangkat prestasi olahraga rekreasi dan tradisional Kalsel ke tingkat nasional.
(Mc Kalsel/Ang)














