JURNALKALIMANTAN.COM, BANJARBARU – Pemerintah Kota Banjarbaru berusaha mempercepat pemberian vaksin Covid-19 untuk ribuan tenaga pengajar, sebagai persiapan uji coba pembelajaran tatap muka (PTM).
Kepala Dinas Pendidikan Banjarbaru, Muhammad Aswan mengatakan, berdasarkan surat keputusan bersama (SKB) yang baru, pihaknya akan melakukan PTM di Juli ini, untuk tahun ajaran 2021/2022.
“Namun acuan utama PTM, adalah pendidik atau civitas akademica harus mendapatkan vaksin sebanyak 2 kali. Sejak 20 April lalu, kami sudah melakukan vaksinasi, awalnya hanya mendapat kuota 80, yang diperuntukkan untuk kepala sekolah, kini mendapat kuota tambahan sebanyak 1.600,” katanya, Senin (3/5/2021).
Baca Juga : Komisi IV DPRD Kalsel, Sekolah Tatap Muka Harus Aman
Guru-guru yang disuntik vaksin, merupakan guru dari sekolah percontohan (piloting), yang akan melangsungkan PTM nantinya.
Ditambahkan Aswan, kendala di lapangan, tidak semua guru dari sekolah tersebut dapat divaksin.
“Sebagian guru ada yang mengidap penyakit, seperti tinggi darah, atau baru saja sembuh dari Covid-19, dan lain sebagainya. Yang artinya, saat proses skrining dinyatakan tidak lolos, atau tidak bisa mengikuti vaksin,” ucapnya.
Jumlah sekolah percontohan PTM di Banjarbaru, terdiri dari 50 TK, 30 SD, 40 SMP, dengan total keseluruhan ada 1.800 guru di dalamnya.
“Masih ada 200 guru yang belum mendapat kuota vaksin, kami harap bisa ditambahkan oleh Dinas Kesehatan Kota Banjarbaru,” ujar Aswan














