JURNALKALIMANTAN.COM, JAKARTA – Mudik lebaran merupakan tradisi di Indonesia yang dilakukan setiap Hari Raya Idul Fitri, untuk itu Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri merangkum sejumlah tips untuk masyarakat yang hendak melakukan mudik secara aman dan nyaman.
Tahun ini, diprediksi terjadi pergerakan sebesar 149 juta orang dalam mudik lebaran.
Berikut sejumlah tips agar mudik aman dan nyaman bersama Korlantas Polri :
Pertama Cari Informasi Mudik dengan Akurat, yang sangat berguna untuk kelancaran mudik
“Informasi peliputan mudik sangat bermanfaat bagi masyarakat. Namun masyarakat dihimbau untuk senantiasa mericek kembali informasi yang didapatkan atau mencari informasi dari sumber terpercaya,” ungkap Kabag Ops Korlantas Polri Kombes Pol Aries Syahbudin, dilansir pada laman resmi humas Polri, Ahad (23/3/25).
Kemudian melakukan persiapan matang sebelum berangkat mudik, seperti persiapan fisik, stamina, dan juga kondisi kendaraan apabila membawa kendaraan pribadi.
“Mengecek kondisi kendaraan secara berkala saat hendak melaksanakan mudik. Tak hanya itu, persiapkan juga obat-obatan untuk menghindari hal-hal yang tidak terduga dalam mudik,” tambah Aries.
Kombes Pol Aries Syahbudin juga menghimbau kepada masyarakat untuk mencari informasi kapan dilaksanakannya rekayasa lalu lintas dan kapan waktu-waktu padat arus mudik.
Dianjurkan untuk memantau informasi dan menghindari waktu-waktu padat arus mudik.
“Dihimbau agar masyarakat yang melakukan mudik untuk mengikuti program mudik gratis dari pemerintah.
Itu dimaksudkan untuk mengurangi kepadatan lalu lintas di jalan,” tabahnya.
Pihaknya juga menghimbau agar masyarakat memanfaatkan insentif-insentif yang diberikan pemerintah, seperti insentif diskon tarif tol yang dilaksanakan tanggal 24 – 27 Maret kemudian insentif tarif pada arus balik di tanggal 2-4 April.
Kepada pemudik motor juga bisa memanfaatkan layanan Valet & Ride yang disediakan.
“Kami mengimbau kepada pemudik motor atau kendaraan roda dua untuk bisa memanfaatkan valet and ride, disediakan Polri di jalur Jawa Tengah di mana pengendara motor yang lelah bisa menitipkan motor ke truk dan beralih ke bus kemudian secara bersama melanjutkan perjalanan hingga ke kampung halaman,” pungkas Kabag.
(Ang)














