JURNALKALIMANTAN.COM, BALANGAN – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Balangan sukses menuntaskan tahap II pelatihan Tim Reaksi Cepat Penanggulangan Bencana (TRC-PB) yang digelar di Pantai Batakan, Kabupaten Tanah Laut, Jumat–Minggu (13–15/2/2026).
Pelatihan ini merupakan lanjutan dari program peningkatan kapasitas personel kebencanaan guna memperkuat kesiapan dan profesionalitas tim di lapangan.
Pada tahap kedua ini, para peserta digembleng melalui pembinaan fisik dan mental (bintalsik), peraturan baris-berbaris (PBB), serta penguatan wawasan kebangsaan.
Seluruh rangkaian kegiatan dilaksanakan secara terstruktur dengan pendampingan instruktur dari Satuan Brimob Pelopor C Tabalong.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Balangan, Rahmi, menyampaikan bahwa seluruh rangkaian kegiatan berjalan lancar tanpa kendala berarti. Ia mengapresiasi kesungguhan dan komitmen para peserta dalam mengikuti setiap materi yang diberikan.
“Alhamdulillah tahap II ini sudah kita selesaikan. Semua prosesi berjalan tanpa kendala. Saya puas karena seluruh peserta mengikuti rangkaian kegiatan dengan komitmen tinggi dan mampu menyerap materi dengan baik,” ujarnya, Minggu (15/2/2026).
Menurut Rahmi, pelatihan ini memberi dampak positif terhadap kesiapan personel. Bekal yang diperoleh selama kegiatan diharapkan mampu meningkatkan produktivitas dan profesionalitas dalam pelaksanaan tugas.
“Harapannya, produktivitas dan profesionalitas semakin terpupuk dan bisa diimplementasikan di lapangan, terutama dalam tugas pencegahan dan penanggulangan bencana di Balangan,” tegasnya.
Kesan positif juga datang dari peserta. Yahya (57), peserta tertua dalam pelatihan tersebut, mengaku mendapatkan banyak manfaat dari kegiatan tahap II ini.
“Kegiatan ini membuat kami lebih baik lagi. Pengetahuan yang didapatkan mudah-mudahan bisa digunakan di lapangan. Sebagai relawan kami ingin bekerja lebih baik lagi,” ujarnya.
Ia menambahkan, selain materi PBB dan wawasan kebangsaan, peserta juga mengikuti berbagai kegiatan pendukung yang memperkuat kekompakan tim. Interaksi intens selama pelatihan turut membangun ikatan emosional yang positif antaranggota.
“Di lapangan nanti tentu harus solid dan saling mendukung,” katanya.
Sementara itu, Gusti, instruktur dari Satuan Brimob Pelopor C Tabalong, menilai para peserta menunjukkan semangat tinggi dan mampu mengikuti materi dengan baik meski berasal dari latar belakang yang beragam.
“Pesertanya cepat menyerap materi. Dengan berbagai karakter yang ada, mereka dibentuk supaya bisa bekerja dalam satu tim,” ujarnya.
Menurutnya, seluruh proses pelatihan dirancang agar peserta terbiasa bekerja secara terkoordinasi dan saling mendukung dalam setiap penugasan.
Dengan rampungnya tahap II pelatihan ini, BPBD Balangan optimistis Tim Reaksi Cepat semakin siap dan tangguh dalam menjalankan tugas-tugas kebencanaan. Hasil pelatihan diharapkan dapat diterapkan secara maksimal dalam setiap penanganan darurat di daerah.
(Sumber : MC Balangan)














