JURNALKALIMANTAN.COM,BANJARMASIN – Menjelang pergantian Tahun Baru Imlek, warga Tionghoa mulai memadati Klenteng Soetji Nurani, Senin (16/2) malam, untuk melaksanakan persembahyangan.
Aroma dupa dan kepulan asap tipis khas Imlek terasa begitu memasuki area klenteng. Suasana semakin semarak dengan hiasan lampion, lilin, serta tempat dupa yang tertata rapi, menambah kekhidmatan prosesi ibadah.
Tampak umat silih berganti menyalakan dupa dan memanjatkan doa sebagai ungkapan syukur sekaligus harapan akan rezeki dan keselamatan di tahun yang baru.
Wakil Ketua Klenteng Soetji Nurani, Djohan Jawonoe, mengatakan rangkaian kegiatan menyambut Tahun Baru Imlek tidak jauh berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, yakni berkumpul bersama keluarga dan melaksanakan sembahyang.
“Kami berdoa untuk mengucapkan terima kasih atas keselamatan yang telah diberikan selama tahun yang berlalu, sekaligus menyambut tahun baru, yaitu Tahun Kuda Api,” ujarnya.
Djohan menjelaskan, kegiatan persembahyangan telah dibuka sejak pagi hari dan akan berlangsung hingga pukul 00.00 Wita.
“Umat Tri Dharma datang tidak serentak, sehingga waktu sembahyang kami buka lebih lama. Mereka menyesuaikan dengan waktu masing-masing,” jelasnya.
Ia berharap, di tahun yang baru seluruh umat manusia senantiasa diberikan keselamatan, kesehatan, serta kelancaran rezeki.
“Semoga semuanya diberi keberkatan, rezeki lancar, dan kesuksesan,” harapnya.
Sementara itu, salah satu umat Tri Dharma, Wulan, mengaku datang ke klenteng bersama keluarganya untuk menyambut Tahun Baru Imlek. Ia secara khusus mengajak kedua anaknya yang masih kecil untuk mengikuti sembahyang.
“Saya sengaja membawa mereka agar sejak dini terbiasa dan mengenal tradisi sembahyang,” tuturnya.
Di Tahun Baru Imlek ini, Wulan berharap keluarganya senantiasa diberikan keberkahan, kesejahteraan, serta kebahagiaan, tidak hanya untuk dirinya, tetapi juga bagi semua orang.
(Api/Ahmad M)














