Capai Laba Lebih Banyak Dibandingkan Tahun 2023, PAM Bandarmasih Komitmen Optimalisasi Layanan

Plt Dirut PAM Bandarmasih (tengah kiri) dan Plt Komisaris Utama (tengah) serta jajaranya saat menyampaikan ekspose pada media. (Foto : Ist)

JURNALKALIMANTAN.COM, BANJARMASIN – PT Air Minum (PAM) Bandarmasih kembali menunjukkan kinerja yang baik. Ini terlihat dari keuntungan atau laba bersih yang meningkat pada tahun 2024.

Hal ini dsampaikan langaung Pelaksana Tugas Direktur Utama Syahrani, pada ekspose laporan tahunan bersama awak media, di Aula Kantor PAM Bandarmasih, Rabu (20/8/2025).

“Ada peningkatan dibandingkan tahun 2023,” ungkapnya didampingi Direktur Operasional Edwarsyah dan Sekretaris Perusahaan Zulbadi.

Peningkatan yang signifikan itu menurutnya, selain karena efisiensi beban operasional, juga karena adanya tambahan pelanggan dan penjualan air.

Selain itu, nilai kinerja perseroan daerah milik Pemkot Banjarmasin dan Pemprov Kalsel ini juga meningkat. Berdasarkan hasil penilaian Kementerian Pekerjaan Umum, dari nilai 3,94 tahun 2023, meningkat menjadi 4,12 pada tahun 2024.

“Sedangkan penilaian dari Kementerian Dalam Negeri, kita mendapatkan nilai 69,70 pada tahun 2023, dan di tahun 2024 meningkat menjadi 73,86. Di tahun 2024 kita juga mendapat opini wajar tanpa pengecualian, dengan evaluasi kinerja yang baik dan sehat,” jelas Syahrani.

Lebih lanjut, dalam upaya meningkatkan pelayanan terhadap pelanggan, pihaknya juga telah menganggarkan cukup banyak dana.

“Jadi dana tersebut untuk melakukan peremajaan pipa, pembuatan reservoir, dan keperluan yang lainnya, dan itu dianggarkan untuk keperluan hingga tahun 2028,” kata Syahrani.

Sementara itu, Plt. Komisaris Utama Edy Wibowo menjelaskan, dari peningkatan hasil tersebut, pihaknya tetap memperhatikan dan meningkatkan sistem pelayanan terhadap pelanggan.

“Saat ini untuk pembenahan dalam jaringan sudah mulai kita lakukan, dan saat ini masih terus berjalan demi meningkatkan pelayanan kepada para pelanggan,” jelasnya.

“Pemetaan jaringan pipa tua sudah dilakukan, sudah koordinasi sesuai dengan komitmen kepala daerah menurunkan tingkat kebocoran. Pengembangan sistem jaringan beriringan dengan pengembangan pesat hunian penduduk agar bisa terpenuhi hingga ke ujung jaringan,” sambungnya.

Edy menjelaskan, pembenahan jaringan memang sudah harus dilakukan, namun dengan kemampuan yang ada dirasa cukup berat, sehingga ada peluang untuk menggandeng pihak swasta.

“Karena mengharapkan modal pemerintah agak sulit, sehingga kita juga harus bisa mencari dana dari luar, seperti investasi dan yang lainnya,” pungkasnya.

Kegiatan ini juga dihadiri Plt. Anggota Komisaris lainnya, yakni Anni Hanisah.

(Ih/Ahmad M)