Wawali Arifin Noor Optimis Penurunan Tengkes di Angka 14% Bisa Diraih di 2025

Wawali Banjarmasin saat menyampaikan sambutan pada kegiatan Diseminasi Hasil Audit Kasus Stunting Tahap I Kota Banjarmasin

JURNALKALIMANTAN.COM, BANJARMASIN – Wakil Wali Kota (Wawali) Banjarmasin Arifin Noor mengungkapkan optimismenya untuk dapat menurunkan angka tengkes hingga di angka 14% pada 2025.

Hal itu diungkapkannya di sela Diseminasi Hasil Audit Kasus Stunting Tahap I Kota Banjarmasin, di Aula Kayuh Baimbai Balai Kota, Kamis (1/8/2024).

Menurutnya, hal itu karena tengkes telah menjadi perhatian semua pihak, terlebih jajaran terkait termasuk Pemerintah Kota Banjarmasin terus menjalankan berbagai program intervensi.

“Itu dapat dicapai dengan upaya yang lebih masif. Semoga nanti setahun ke depan bisa lebih turun lagi sesuai target yaitu 14%, sekarang 26%, kita perlu berjuang kurang lebih 12% lagi,” ungkapnya.

Dalam arahannya, Arifin Noor ingin agar hasil audit yang telah dilaporkan dapat menjadi perhatian seluruh pihak.

“Memang ada beberapa hal yang harus kita pertahankan, termasuk soal pemenuhan hak gizi (memberi makan kepada anak-anak),” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, dan Pemberdayaan Masyarakat (DPPKBPM) Helfianoor menjelaskan, pertemuan tersebut sebagai tindak lanjut awal dari fenomena kasus yang ada, terutama peranan orang tua dalam pola asuh anak.

“Metode yang kita ambil kebanyakan dari kasus yang terjadi di masing-masing kelurahan. Lalu kita coba petakan, baik itu faktor penyebab risiko, penyebab _stuntingnya_ dibantu oleh tim ahli yang berasal dari RS Sultan Suriansyah dan Psikologi Universitas Muhammadiyah Banjarmasin,” terangnya.

Oleh karena itu, dengan beragam opsi atau sudut pandang yang coba digali dari hasil audit kasus tersebut, ia berharap hal ini dapat menjadi tolak ukur Tim Pencegahan dan Penurunan _Stunting_ (TP2S) untuk melakukan intervensi.

“Kita harap sedikitnya gambaran faktor-faktor risiko tadi bisa dijadikan bahan bagi teman-teman TP2S pada saat melaksanakan intervensi ketika di lapangan,” tandasnya.

Adapun yang menjadi fokus perhatian dari data hasil audit kasus tengkes ini meliputi 5 batita, 5 balita, 5 ibu hamil, 5 ibu hamil pascamelahirkan, serta 4 calon pengantin.

Pertemuan itu turut dihadiri Wakil Ketua Tim Penggerak PKK Hj. Hardiyanti, camat se-Banjarmasin, serta jajaran satuan kerja perangkat daerah terkait. (Hik/Ang)