Wisuda Sarjana XVIII, UCB Luluskan 202 Profesional Berkompeten

Universitas Cahaya Bangsa (UCB) melaksanakan Sidang Terbuka Senat Dies Natalis XXII
Prosesi Wisuda Sarjana XVIII Universitas Cahaya Bangsa Banjarmasin

JURNALKALIMANTAN.COM, BANJARMASIN – Universitas Cahaya Bangsa (UCB) melaksanakan Sidang Terbuka Senat Dies Natalis XXII dan Wisuda Sarjana XVIII, mengusung tema “Pendidikan Berkualitas dan Berbudaya Menyongsong Era Society 5.0 yang Unggul”, dan mewisuda 202 sarjana, berlangsung di Hotel Banjarmasin Internasional, Sabtu (5/10/2024).

Rektor UCB Dra. Hj. Sri Erliani, M.M., M.M.Kes. memastikan, para alumnus akan sangat bermanfaat bagi masyarakat.

[feed_them_social cpt_id=59908]

“Serapan untuk sarjana UCB cukup banyak di masyarakat dalam berbagai lapangan pekerjaan,” ujarnya.

Ia pun menegaskan bahwa alumni UCB akan tetap memiliki kompentensi di tengah masyarakat.

“Para lulusan bisa berkarya dan berkarier di tengah masyarakat, dengan mengamalkan ilmu yang diperoleh di dunia pendidikan,” tambah Rektor.

Selanjutnya Ketua Yayasan UCB Dr. H. Akhmad Murjani, S.H., M.Kes., M.H. mengungkapkan, para lulusan dapat mengaplikasikan keilmuan yang didapat ke masyarakat. Sebab tegasnya, alumni UCB adalah para sarjana yang kompeten dan profesional dalam melakukan langkah di lapangan.

Universitas Cahaya Bangsa (UCB) melaksanakan Sidang Terbuka Senat Dies Natalis XXII
Ketua yayasan UCB Banjarmasin, Dr H. Akhmad Murjani, S.H, M.Kes, M.H

“Lulusan UCB berpihak ke masyarakat, khususnya berkaitan layanan kesehatan, hukum, keperawatan, dan kesehatan masyarakat. Artinya, setelah lulus dari UCB, alumni dapat berprofesi secara mandiri, dan tidak bergantung menjadi aparatur sipil negara/pegawai negeri sipil,” harap advokat senior tersebut.

Dalam merdeka belajar dan kampus merdeka, sambungnya, UCB mampu menciptakan bibit unggul.

“Yayasan juga memfasilitasi kelengkapan sarana dan prasarana yang dibutuhkan dalam setiap kegiatan belajar mengajar,” jelasnya.

Kini, tercatat alumni UCB Banjarmasin Provinsi Kalimantan Selatan sebanyak 4.450 orang, dengan mahasiswa aktif 1.250 orang, dan yang diwisuda hari ini berjumlah 202 sarjana, terdiri dari Fakultas Sains dan Teknologi (Prodi Ilmu Keperawatan, Kesehatan Masyarakat, Teknologi Informasi, dan Profesi Ners), Kemudian Fakultas Hukum dan Bisnis (Prodi Ilmu Hukum, dan Manajemen).

Kemudian Gubernur melalui Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan SDM Husnul Khotimah menyatakan, terus mendorong seluruh pengajar di UCB agar mampu mempersiapkan calon sarjana Banua yang mahir, atau menguasai teknologi diimbangi dengan karakter humanis.

“Jadi, relasi antara kampus dan alumninya tidak terputus begitu saja. Ada wadah yang menghubungkan jejaring sesama alumnus maupun wirausaha, akademisi, dan teknokrat untuk saling bertukar informasi dan berdiskusi,” harap Gubernur dalam sambutan tertulisnya.

Sehingga ujar Paman Birin (sapaan akrab Gubernur), upaya membangun daya olah pikir, daya saing, dan akses peluang kerja bisa terus berjalan berkesinambungan.

“Lulusan UCB diharapkan berkontribusi di tengah masyarakat, baik dalam bidang pekerjaan maupun sektor usaha yang ditekuni, cepat tanggap dan adaptif terhadap perkembangan zaman, serta merepresentasikan karakter terpelajar dan berbudi pekerti luhur dalam kehidupan sehari-hari,” pintanya.

Ia menyebutkan, masyarakat global saat ini tengah menyongsong era society 5.0, melanjutkan tahap evolusi di bidang digital.

“Kehadiran teknologi di era ini tidak untuk menggantikan kerja manusia, tetapi meningkatkan kualitas hidup manusia, dengan mengatasi berbagai hambatan di bidang sosial, ekonomi, dan lingkungan,” tuturnya.

Sebab itu, Gubernur mengimbau kepada UCB agar tidak lelah dalam berevolusi terhadap proses penyelenggaraan pendidikan.

“Perguruan tinggi adalah pelita bagi bangsa ini, tempat para cendekiawan berasal. Untuk itu, diingatkan agar UCB senantiasa menjaga muruahnya, dengan menjaga kualitas dan kredibilitas para tenaga pengajarnya,” imbuhnya.

Hal ini, tegas Paman Birin, juga harus diimbangi dengan pembangunan infrastruktur pendidikan yang menunjang proses belajar mengajar yang modern.

Kemudian, salah seorang wisudawati terbaik, Eka Silvia Noor Rahmi dari Prodi Ilmu Keperawatan, mengaku sangat senang dan bahagia, karena ternyata perjuangannya selama ini tidak sia-sia dengan rajin belajar dan berorganisasi, sehingga mencapai IPK 3,91.

“Saya masih ingin kuliah, dan rencananya lanjut ke Profesi Ners, jenjang dari keperawatan,” ucapnya.

Selanjutnya wisudawan terbaik Markus Anianus Djuan Derosari dari Prodi Ilmu Hukum yang berhasil meraih IPK 3,83, mengucapkan terima kasih kepada UCB Banjarmasin yang telah mengapresiasi mahasiswa termasuk mahasiswa terbaik.

“Saya berharap ke depan UCB terus mendidik generasi muda untuk menjadi generasi yang tangguh, unggul di dalam masyarakat,” harapnya.

 

(Ian/Achmad M)

[feed_them_social cpt_id=57496]