5 Prioritas Kebijakan di Tahun Terakhir Kepemimpinan Bupati Batola

Pembangunan Bupati Noormiliyani
Bupati Batola, Hj. Noormiliyani, membuka Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Kabupaten Barito Kuala (Batola) secara daring

JURNALKALIMANTAN.COM, BARITO KUALA – Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Kabupaten Barito Kuala (Batola) Tahun 2022, berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, yang kali ini digelar secara dalam jaringan.

Bupati Hj. Noormiliyani A.S. membuka kegiatan ini di ruang kerjanya, sementara Wakil Bupati H. Rahmadian Noor, Ketua DPRD Saleh, para anggota Forum Komunikasi Pimpinan Daerah, Pj. Sekda H. Abdul Manaf, mengikutinya di _Command Center_ Dinas Komunikasi dan Informatika Batola.

[feed_them_social cpt_id=59908]

Sementara para pimpinan satuan kerja perangkat daerah, camat se-Batola, Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Provinsi Kalsel, termasuk perwakilan organisasi, dan tokoh masyarakat, juga bergabung dari ruang kerja masing-masing.

Baca Juga : Inovasi Ketersediaan Data dan Informasi, Bupati Luncurkan Aplikasi Rumah Data Batola

Dalam sambutannya, bupati menyatakan, rancangan RKPD Tahun 2022 yang disusun saat ini, merupakan perencanaan pembangunan di tahun kelima, atau tahun terakhir periode pembangunan jangka menengah daerah (PJMD) dalam masa kepemimpinannya.

Untuk itu, ia menekankan berbagai kebijakan, strategi, program, dan kegiatan prioritas yang akan dilaksanakan, harus benar-benar diformulasikan secara cermat, mengingat tahun 2022 merupakan tahun penyempurnaan, yang diharapkan dapat memberikan manfaat bagi kemajuan dan kesejahteraan masyarakat.

Selain itu, ia juga menyinggung Rencana PJMD 2017—2022, sesuai Perda Batola Nomor 2 Tahun 2018, Visi Batola Setara, RKPD Tahun 2022, pandemi Covid-19, hingga upaya meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

Terkait itu, RKPD yang disusun, lanjutnya, menawarkan 5 prioritas pembangunan yang selaras dan sinkron dengan prioritas pembangunan nasional dan Provinsi Kalsel, seperti peningkatan kualitas dan kuantitas infrastruktur sarana dan prasarana publik yang mendukung pemulihan dan pertumbuhan ekonomi masyarakat.

“Sinergisitas pelayanan publik bagi terciptanya pemantapan dan pemerataan akses pelayanan juga menjadi prioritas, di samping peningkatan kualitas sumber daya manusia dan kualitas hidup masyarakat, serta memprioritaskan peningkatan kualitas sumber daya alam dan lingkungan, di samping peningkatan aktivitas ekonomi masyarakat melalui upaya intensifikasi dan diversifikasi usaha, guna tercapainya produktivitas serta hilirisasi produk pertanian secara luas,” jelas bupati.

Sementara itu, Kepala Bappeda Kalsel, Fajar Desira, melalui Sekretarisnya, Rahmiyati J.P. mengutarakan, musrenbang ini ia harapkan, semua pemangku kepentingan dapat bersinergi dan saling mendukung, untuk menghasilkan kegiatan pembangunan yang mampu mendorong percepatan peningkatan kesejahteraan rakyat, serta pencapaian target-target daerah.

“Pandemi yang masih melanda, ditambah banjir beberapa waktu lalu, kami harapkan dapat menjadi bahan pertimbangan perencanaan daerah berikutnya agar lebih baik, terutama dalam melaksanakan investigasi bencana dan pengelolaan lingkungan hidup,” tegasnya.

Selain itu, ia sangat mengapresiasi daerah-daerah yang dapat melakukan inovasi, sehingga percepatan pembangunan dapat dilakukan. (Alibana/AhmadMT)

[feed_them_social cpt_id=57496]