JURNALKALIMANTAN.COM, BANJARMASIN – Dewan Adat Dayak (DAD) Provinsi Kalimantan Selatan menggelar Musyawarah Daerah III, guna memilih kepengurusan yang baru dan menyusun program kerja lima tahun ke depan, di salah satu hotel berbintang di Banjarmasin, Sabtu (12/3/2022).
Turut hadir dalam kegiatan ini Presiden Majelis Adat Dayak Nasional Dr. Drs. Marthin Billa MM, mantan Ketua DAD Kalsel Drs. H. Difriadi Darjat, serta seluruh pengurus DAD di kabupaten/kota se-Kalsel.
Dalam sambutannya, Marthin Billa mengatakan, pemilihan kepengurusan yang baru nantinya diharapkan benar-benar hasil dari musyawarah dan mempunyai komitmen untuk mendukung pembangunan Kalsel, khususnya masyarakat Dayak di berbagai bidang.
“Saya harapkan pengurus ini bekerja sama dengan pemerintah daerah, baik provinsi, kabupaten/kota, kecamatan, hingga desa, supaya ada sinergisitas dalam melaksanakan semua kegiatan pembangunan,” katanya.
Sementara berkaitan dengan perpindahan Ibu Kota Negara (IKN), lanjut Marthin, pihaknya mendukung sepenuhnya rencana tersebut, dan bersyukur hal itu ada di Kalimantan.
“Oleh karena itu, kita mendukung sepenuhnya, kita ingin mengawal dalam pembangunan IKN baru ke depan,” bebernya
Untuk itu, tegas Marthin, ia mengajak seluruh jajarannya mendukung semua program perpindahan IKN.
“Semoga kita dilibatkan dalam setiap kegiatan-kegiatan,” harapnya.
Sementara itu, mantan Ketua DAD Kalsel Difriadi Darjat, berharap melalui musda ini terpilih ketua yang dikehendaki forum.
“Semoga harapan masyarakat dan lembaga adat dayak dapat terpenuhi,” tegas Difriadi.
Diakuinya, organisasi masyarakat ini bukan lah organisasi pemerintah, yang tentunya memiliki keterbatasan dana.
“Yang penting mau berkorban, semangat berjuang untuk orang banyak,” ajaknya.
Selanjutnya tambah Difri, sebagai masyarakat Dayak, berkewajiban membantu mendukung terlaksananya pembangunan IKN baru.
“Undang-undangnya sudah ada, bahkan kapala otoritas juga sudah dilantik. Kita siapkan lah SDM yang di lima provinsi di Kalimantan ini,” papar Difriadi.
“Kita punya kecakapan dan kemampuan, karena dinas yang di provinsi sudah ada juga dinas teknisnya yang kerjaannya mengerjakan tugas departemen,” sambungnya.
(Saprian)














