JURNALKALIMANTAN.COM, BANJARMASIN – Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) DPRD Kalimantan Selatan (Kalsel) sarankan pemerintah provinsi (Pemprov) agar lebih optimal dalam menggali sektor untuk pendapatan asli daerah atau PAD.
Saran itu disampaikan dalam pemandangan umumnya terhadap Nota Keuangan/Rancangan Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD-P) Kalsel Tahun 2022 pada rapat paripurna di DPRD Kalsel , Rabu (14/9/22).
Dalam pemandangan umum yang dibacakan H Haryanto SE itu, Fraksi PKS menegaskan, bahwa dalam kaitan PAD tersebut Pemprov harus konsen menggali potensi unggulan dan mampu merealisasikannya tanpa menimbulkan dampak negatif yang dapat menghambat pembangunan daerah.
“Dampak negatif tersebut, baik di sektor perdagangan, pertanian, perikanan, pariwisata maupun lainnya dalam rangka menggerakkan roda perekonomian, dan pada gilirannya mengoptimalkan pendapatan daerah secara komperhensif,”terangnya.
Selain itu, Fraksi PKS juga mengapresiasi Pemerintah propinsi yang berhasil meningkatkan pendapatan dan belanja daerah pada RAPBD-P 2022 dari APBD Murni.
“Kami mengapresiasi peningkatan yang dilakukan oleh pemerintah provinsi dalam pendapatan dan belanja daerah pada RAPBD-P 2022 dari APBD Murni,”tutupnya.
Selain itu, sesuai Peraturan Pemerintah (PP) RI Nomor: 12 Tahun 2019 tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah serta Peraturan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Nomor : 27 Tahun 2021 tentang Pedoman Penyusunan APBD 2023.
Sementara RAPBD-P Kalsel 2022 terdiri pendapatan daerah Rp7,494 triliun lebih atau baik 19 persen dibandingkan pada APBD Murni.
Begitu juga anggaran belanja daerah dalam RAPBD-P 2022 Rp7,765 triliun lebih atau baik 24 persen bila dibandingkan pada APBD Murni.
(Yunn)














