JURNALKALIMANTAN.COM, BANJARMASIN – Sebagai salah satu calon legislator Kalimantan Selatan, Helmi Rifai, S.H. mengajak masyarakat luas untuk menggunakan hak pilihnya dengan baik dan sesuai hati nurani pada Pemilu 2024.
Selain itu, Caleg yang dikenal sebagai sosok bersahaja dan dipanggil “Helmi Caleg Pian“ ini, meminta masyarakat untuk menggunakan akal sehat dan cerdas dalam menyukseskan pemilu.
Apalagi menurutnya, waktu tidak terasa tinggal satu bulan masa pencoblosan, hingga banyak pula pemilihnya sudah tak sabaran untuk memilih calon presiden idaman serta caleg idola.
“Gunakanlah hak pilih pian-pian sebaik mungkin. Pilihlah sesuai hati nurani dan jangan sampai salah pilih. Karena itu, yang mesti pian pilih adalah wakil rakyat yang benar-benar memperjuangkan kepentingan masyarakat luas, dan programnya bisa dipahami, serta mendorong kesejahteraan masyarakat,” ungkap Helmi kepada sejumlah awak media, usai bersilaturahmi dengan para pendukungnya dan masyarakat di Banjarmasin, Sabtu (13/01/2023).
Pemilu ini menurutnya, mengajarkan cara berdemokrasi dengan baik, yang dimulai mengajak masyarakat memilih calon-calon berkualitas dan berakhlak, serta jelas program-programnya untuk kepentingan masyarakat.
Helmi sendiri yang didukung kalangan anak muda dan lainnya ini, berharap masyarakat lebih cerdas dan bijak dalam menentukan siapa yang harus didukung dan dipilih.
“Sekarang muncul calon-calon terbaik wakil rakyat, karena itulah mantapkan hati memilih yang terbaik. Itu adalah wakil-wakil pian yang pian amanahkan di kursi DPRD. Pun jika pilihan itu jatuh kepada kami, insyaAllah ini adalah sebuah amanah pian, dan kita mesti jaga, dan rawat bersama untuk kepentingan bersama,” ujar Helmi, yang merupakan caleg dari Partai Nasdem untuk Dapil Kota Banjarmasin.
Helmi yang dikenal sebagai advokat dan pengusaha muda ini, optimis bersama dukungan masyarakat luas serta pendukung setianya, mampu mengungguli sejumlah pesaing utamanya. Meski ia mengakui Dapil Banjarmasin masuk kategori dapil keras dan menantang.
Optimisme ini ditebarkan pria yang dikenal ramah dan sering terlibat kegiatan kemanusiaan tersebut, dengan mengusung konsep visi dan misi “Pengawasan Menuju Pembangunan Berkelanjutan Banjarmasin Baiman (Barasih wan Nyaman).
Helmi sendiri mantap melangkah menjadi seorang caleg yang bukan sekadar hadir maupun pelengkap saja.
“InsyaAllah niat kita nomor satu adalah memberikan perhatian penuh bagi program-program yang menunjang kesejahteraan masyarakat dalam peran kita nantinya di legislatif. Meskipun begitu, keterlibatan masyarakat juga dalam pembangunan harus diperjuangkan, bukan sekadar slogan atau konsep-konsep saja, tetapi action di lapangan itu penting,” tegasnya.
Bagi Helmi, dirinya terjun ke dunia politik tentu memiliki konsep-konsep yang membangun. Sejumlah konsep yang dirancang dengan pemikiran jernih ini, akan dijadikannya rujukan untuk mendukung pembangunan di Kalsel, khususnya pada Kota Banjarmasin jika terpilih nanti.
Ia pun berkomitmen menggunakan kerangka kerja pengendalian, sebagai platform program kerja di level eksekutif.
Salah satu konsep itu adalah dengan mekanisme pengawasan pembangunan dalam 4 aspek akuntabilitas. Pengawasan pada program kerja pembangunan berorientasi pada kepentingan hak masyarakat, serta dari dampak pembangunan berkeadilan, dengan menjadikan masyarakat sebagai unsur penting subjek pembangunan.
“Empat pilar pengawasan itu sesuai tataran Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB) yang meliputi ekonomi, sosial, lingkungan, dan tata kelola dengan hukum yang berkeadilan dalam pelaksanaan pembangunan. Kami berkomitmen jika terpilih nanti untuk menjadi mitra eksekutif dan yudikatif dalam implementasi 4 pilar TPB di Banua Kalimantan Selatan melalui dukungan masyarakat,“ sambung Helmi.
Menurut pria yang pernah menjabat Komisaris PT Langit ini, menyebutkan program pembangunan di Banua dengan integrasi peran Pemerintah Kota Banjarmasin menjadi salah satu yang diusungnya.
“Ini akan menuju keberlanjutan pembangunan untuk mencapai tujuan kesejahteraan rakyat Banua. Konstituen Dapil Kota Banjarmasin dapat memberikan pengawasan melalui DPRD Kalsel kepada mitra, dalam meyakinkan arah pencapaian tujuan pembangunan,” jelasnya.
Lebih jauh, Helmi yang pernah mengisi jabatan prestise sebagai Direktur Umum BUMD PT Tala Manuntung ini membeberkan, pengawasan dilakukan dengan pendekatan demokratis yang melibatkan peran legislatif, Pemerintah Kota Banjarmasin, dan DPRD Provinsi Kalimantan Selatan. Sedangkan dasar pengendalian manajemen dilakukan oleh pihak eksekutif atau pemda.
“Memiliki relasi tindakan atas persetujuan dan diskusi bersama atau dengan kata lain adanya konsultasi dalam proses pengambilan keputusan. Ini juga dikenal sebagai pengawasan partisipatif atau konsultatif,” bebernya lagi.
Helmi menegaskan, semua yang dilakukan semata-mata untuk kepentingan masyarakat, yang ia akomodasikan dalam program-program nyata dan keinginan membangun Banjarmasin dan Kalsel melalui peran sentral sebagai legislator.
“Karena itulah kami mohon doa dan dukungan penuh masyarakat dan pemilih, untuk memantapkan hati berjuang bersama kami. Semoga Pemilu ini memberikan keberkahan bagi kita semua untuk jalan kebaikan,” pungkasnya. (Ih)














