Wisata Berkelas di Tengah Tahura Sultan Adam, Kalsel Park-Mandiangin Diresmikan

Foto bersama Wagub Kalsel bersama jajaran terkait usai peresmian. (Foto : Donny Sophandi)

JURNALKALIMANTAN.COM, BANJAR – Taman Hutan Raya (Tahura) Sultan Adam kini tak hanya menjadi kawasan konservasi alam, tetapi juga menjelma sebagai destinasi ekowisata berkelas, melalui hadirnya Kalsel Park-Mandiangin, yang diresmikan oleh Wakil Gubernur Kalimantan Selatan, H. Hasnuryadi Sulaiman, Selasa (22/7/2025).

Didampingi sang istri, drg. Hj. Ellyana Trisya Hasnuryadi, peresmian ini menandai langkah baru Kalimantan Selatan dalam menjadikan kekayaan alam sebagai aset wisata berkelanjutan.

[feed_them_social cpt_id=59908]

Kawasan yang dikembangkan di jantung Tahura Sultan Adam ini hadir dengan konsep Eco-Geo Tourism, memadukan ekowisata dan geowisata dalam satu ruang alami yang tetap menjaga kelestarian lingkungan.

Wisatawan kini bisa menikmati fasilitas modern seperti glamping, kabin penginapan, kafe alami, panggung seni terbuka, dan area pertemuan outdoor di tengah hutan tropis Kalimantan.

Proyek ini merupakan hasil kerja sama strategis antara Pemprov Kalsel dan PT Shafwah Global Utama, yang telah disepakati sejak 2023.

“Ini bukan sekadar tempat wisata, melainkan simbol sinergi antara pelestarian lingkungan dan pemberdayaan ekonomi,” ujar Wagub Hasnuryadi dalam sambutannya.

Ia juga menekankan bahwa keberadaan Kalsel Park harus menjadi warisan hidup bagi generasi penerus, bukan hanya dari sisi fisik, tetapi juga nilai-nilai konservasinya.

Semebtara itu Kepala Dinas Kehutanan Kalsel Fathimatuzzahra menyebut, kerja sama ini berlangsung hingga 20 tahun ke depan dengan skema bertahap dan sistem bagi hasil yang adil.

“Di lima tahun pertama, pembagian keuntungan 30:70 untuk Pemprov dan mitra. Namun akan meningkat hingga 50:50 saat masuk fase akhir,” jelasnya.

Tak hanya membangun infrastruktur, PT Shafwah Global Utama juga bertugas melakukan promosi wisata tingkat nasional dan internasional, mendorong visibilitas kawasan konservasi ini menjadi magnet wisata baru di Kalimantan.

Rangkaian peresmian juga diramaikan oleh penyelenggaraan International Forum on Eco-Geo Tourism yang diikuti mitra dari 14 negara. Forum ini menjadi ajang promosi Geopark Meratus ke dunia internasional dan memperkuat posisi Kalimantan Selatan dalam peta ekowisata global.

Selain itu, juga dilakukan penandatanganan MoU antara Dinas Kehutanan Kalsel dan PT Sinergi Maha Karya Resort untuk pengembangan Bukit Batu sebagai bagian dari destinasi edukatif dan alam.

Penandatanganan disaksikan langsung oleh Wakil Gubernur sebagai bentuk dukungan terhadap perluasan kawasan wisata konservatif yang dikelola secara profesional.

Acara diakhiri dengan peninjauan langsung fasilitas vila di lokasi wisata oleh para tamu undangan, termasuk Forkopimda Kalsel, pimpinan perbankan, akademisi, serta perwakilan organisasi perempuan seperti DWP Provinsi Kalsel.

(Adpim/Ang)

[feed_them_social cpt_id=57496]